Tim Semar UGM Tampilkan Urban Hydroz 1.2 di Global Hydrogen Ecosystem 2026

Sumber Gambar: Tim Semar UGM Unjuk Gigi dengan Urban Hydroz 1.2 di Global Hydrogen Ecosystem 2026 (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) membawa inovasi kendaraan masa depan dalam pameran otomotif nasional. Mereka memamerkan karya terbaru berupa mobil hidrogen bernama Urban Hydroz 1.2. Pameran berskala internasional Global Hydrogen Ecosystem 2026 di JICC Senayan (21-23 Juli 2026) menjadi panggung utama bagi mereka. Kendaraan ramah lingkungan ini langsung menarik perhatian banyak pengunjung pameran tersebut.
Tim riset merancang kendaraan Urban Hydroz 1.2 dengan fokus pada optimalisasi sistem mekanikal serta elektrikal. Mereka memilih bahan serat karbon penuh untuk seluruh bodi demi meminimalkan berat total kendaraan. Pilihan material ringan ini membuat mobil hanya memiliki berat sebesar 89 kilogram. Selain itu, bentuk bodi yang aerodinamis menghasilkan koefisien hambat udara yang sangat rendah.
Keunggulan Teknologi Urban Hydroz 1.2
Teknologi canggih ini membuat kendaraan mampu menempuh jarak yang sangat jauh dengan konsumsi energi minimal. Mobil bertenaga sel bahan bakar hidrogen ini mencatatkan rekor efisiensi sebesar 276 kilometer per meter kubik. Angka fantastis tersebut membuktikan keunggulan riset mahasiswa Indonesia dalam teknologi hijau global. Mahasiswa lintas jurusan UGM berkolaborasi aktif guna menyempurnakan performa kendaraan ini secara berkelanjutan.
Angka efisiensi tinggi tersebut merupakan hasil dari terobosan mandiri yang mereka kembangkan selama riset. “Kalau keunggulannya sih pasti kita punya terobosan tersendiri dari segi mekanikal dan elektrikalnya dibandingkan tim lain. Makanya kita bisa menempuh jarak efisiensi sejauh itu daripada tim lainnya,” ujar Zeva perwakilan tim Semar UGM. Penjelasan tersebut menegaskan dedikasi tinggi tim dalam merancang Urban Hydroz 1.2.
Prestasi Gemilang Semar UGM di Kancah Internasional
Kehadiran tim dalam pameran ini juga membawa kebanggaan besar bagi dunia pendidikan nasional. Mereka sebelumnya sukses menyabet gelar juara pertama pada ajang Shell Eco-marathon 2026 di Doha, Qatar. Kemenangan dalam kategori Urban Fuel Cell Hydrogen tersebut membuktikan kualitas riset mereka di level dunia. Tim riset ini senantiasa membuka kesempatan kolaborasi bagi seluruh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Departemen Teknik Mesin UGM memfasilitasi pengawasan riset secara berkala agar pengembangan berjalan optimal. “Kami masih disupervisi oleh Departemen Teknik Mesin, cuma kami membuka ‘open for all majors’ untuk semua jurusan,” tambah Zeva. Pendekatan inklusif ini berhasil melahirkan inovasi yang lebih kaya dan komprehensif dari berbagai sudut pandang keilmuan.
Keberhasilan tim UGM ini memberikan optimisme baru bagi perkembangan transportasi bersih di tanah air. Karya nyata mahasiswa ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam memimpin teknologi energi terbarukan. Pemerintah dan industri perlu memberikan dukungan penuh agar riset mahasiswa dapat masuk ke tahap produksi massal. Langkah ini akan mempercepat transisi energi bersih demi masa depan bumi yang lebih hijau.

