Pertama di Indonesia, Sanrah Food Pamerkan Kuliner Nusantara Siap Saji Tahan Setahun Lebih Tanpa Kulkas

Sumber Gambar: Deretan produk makanan siap saji premium andalan Sanrah Food yang menggunakan teknologi kemasan retort steril agar awet hingga belasan bulan, saat dipamerkan dalam ajang pameran teknologi pangan terintegrasi INDOGRITECH 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Dalam perhelatan acara Agrikultura Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) dan Indonesia Agriculture Technology Expo (INDOGRITECH) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City pada 4-7 November 2026 menjadi panggung bagi Sanrah Food untuk memamerkan inovasi kuliner berbasis teknologi. Founder Sanrah Food, Lina S. Rahmania atau yang akrab disapa Hj. Lina, sukses mencuri perhatian serta atensi pengunjung dengan produk makanan siap saji yang mampu bertahan lama tanpa mengorbankan cita rasa asli Nusantara.
Salah satu keunggulan utama yang diperkenalkan adalah penerapan teknologi retort. Inovasi ini memungkinkan produk seperti buntil, gudeg, hingga lauk pauk lainnya tetap terjaga kualitasnya meski disimpan dalam suhu ruang hingga 8 bulan, bahkan hingga satu setengah tahun. “Ini baru satu-satunya di Indonesia, buntil bisa tahan lama. Sangat praktis untuk kebutuhan santri, bekal perjalanan, hingga konsumsi warga Indonesia yang berada di luar negeri,” ujar Hj. Lina saat sesi ditemui diarea pameran.
Produk Sanrah Food Sudah Ekspor Belahan DuniaÂ
Produk Sanrah Food kini telah menjangkau berbagai negara seperti Jerman, Belanda, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Singapura, hingga Australia. Pasar internasional merespons positif produk ini karena solusinya yang praktis bagi mereka yang merindukan cita rasa masakan rumah. Jajaran produk unggulan yang dihadirkan meliputi Paru Mercon, Tuna Cabe Ijo, Buntil, serta varian sambal khas seperti Sambal Kecombrang yang menjadi produk paling diminati.
Dari sisi harga, Sanrah Food menawarkan segmentasi yang kompetitif. Untuk kategori makanan pokok, nasi siap makan dibanderol mulai dari Rp12.500. Sementara itu, untuk kategori lauk premium, paru mercon tersedia mulai harga Rp27.500 hingga Rp50.000, serta empal seharga Rp45.000. Untuk kategori pendamping, Sambal Hj. Lina dengan varian Sambal bawang, sambal kecombrang, sambal tuna, hingga sambal bebek dipasarkan di kisaran Rp33.000 hingga Rp40.000.
UMKM Naik Level
Kehadiran Sanrah Food UMKM binaan Perempuan Tani HKTI di NLP dan INDOGRITECH 2026 menegaskan bahwa pelaku UKM lokal Indonesia mampu melakukan lompatan besar dengan mengintegrasikan teknologi pangan modern ke dalam resep tradisional. Inovasi ini tidak hanya memperpanjang masa simpan produk, tetapi juga menjadi duta kuliner Indonesia yang dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja di seluruh dunia.
