Bisnis

Iced Limao Pacu Ekspansi di Jakarta Lewat Skema Kemitraan dan Autopilot

Iced Limao Pacu Ekspansi di Jakarta Lewat Skema Kemitraan dan Autopilot

Sumber Gambar: Pengunjung IBFC Berkunjung ke Iced Limao Indonesia penasaran dengan produk dan skema mitra. (Foto: stapo.id)

Depok, Stapo.id – Merek minuman kekinian Ice Limao Indonesia memperluas penetrasi bisnisnya dengan meramaikan pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) di ICE BSD City. Dalam gelaran yang berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026 tersebut, perusahaan memperkenalkan skema kemitraan autopilot untuk menjaring kalangan pemodal, khususnya guna memperkuat jaringan distribusi di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Rizal selaku perwakilan manajemen Ice Limao Indonesia menyatakan bahwa langkah ekspansi ke pasar Jabodetabek merupakan kelanjutan dari pertumbuhan solid yang telah diraih di luar Pulau Jawa. Hingga saat ini, Ice Limao telah mencatatkan kepemilikan sekitar 200 outlet yang tersebar di wilayah Kalimantan dengan capaian volume penjualan mencapai 200.000 cup per bulan. Tren positif tersebut mendasari keputusan manajemen untuk mulai mendirikan sentra operasional di kawasan BSD City, Tangerang Selatan.

Pilihan Kemitraan Autopilot dan Paket Mandiri

Dalam penjelasannya, Rizal menerangkan bahwa model kemitraan autopilot dirancang untuk memberikan kemudahan bagi investor tanpa harus mengelola operasional teknis harian. Melalui komitmen investasi senilai Rp 15 juta per outlet, pihak manajemen pusat mengambil alih seluruh tanggung jawab mulai dari pemilihan lokasi strategis hingga penanganan sumber daya manusia. Skema ini menerapkan mekanisme pool outlet di setiap wilayah kabupaten atau kota, dengan porsi bagi hasil untuk investor sebesar 25 persen dari laba kotor per cup terjual.

Selain sistem kelola penuh, Ice Limao tetap mengakomodasi calon wirausahawan yang ingin menjalankan usahanya secara langsung melalui paket reguler senilai Rp 8,9 juta. Paket mandiri ini sudah mencakup fasilitas booth besi kabin, mesin cup sealer, bahan baku sirup, kemasan, hingga perlengkapan pendukung operasional lengkap dengan bonus bahan untuk 100 porsi pertama.

Iced Limao rasa original (Foto: stapo.id)

Ketahanan Pasar Menengah dan Potensi Investasi

Pihak manajemen optimistis bahwa bisnis minuman di segmen menengah ke bawah memiliki daya tahan yang relatif tinggi dalam menghadapi dinamika daya beli masyarakat. Rizal menegaskan bahwa produk Ice Limao difokuskan untuk bersaing di titik-titik strategis non-mal yang dekat dengan mobilitas harian konsumen, sehingga transaksi harian dinilai lebih stabil dibandingkan gerai di pusat perbelanjaan besar.

Berdasarkan simulasi usaha yang dipaparkan, model autopilot dengan skenario penjualan 50 cup per hari diestimasikan mampu memberikan bagi hasil sekitar Rp1,87 juta per bulan kepada mitra investor. Melalui kesiapan infrastruktur logistik dan kehadiran kantor perwakilan di kota-kota strategis, Iced Limao menargetkan percepatan penambahan titik penjualan di Jabodetabek sepanjang tahun berjalan.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.