TEI
TEI
Kabar

IFRA 2026 Perkuat Ekosistem Waralaba dan Kemitraan, Dorong Bisnis Lokal Naik Kelas

Ilustrasi simbol kemitraan bisnis dan waralaba

Sumber Gambar: Apresiasi Peserta Pameran IFRA Expo 2026 (arsip stapo.id)

Tangerang, 2 September 2026 – Tren kewirausahaan dan ekspansi bisnis di Indonesia terus membuka ruang bagi model usaha waralaba dan kemitraan. Namun, di tengah semakin beragamnya peluang usaha, kualitas sistem bisnis, pendampingan, transparansi, serta pemahaman calon mitra menjadi faktor penting untuk memastikan kerja sama dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026 , yang resmi berakhir pada 30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo , IFRA 2026 menghadirkan 250 brand dari 175 perusahaan lintas sektor dan menjadi ruang pertemuan bagi pemilik brand, pelaku usaha, calon mitra, serta masyarakat yang ingin mengeksplorasi peluang bisnis.

Selama tiga hari penyelenggaraan, IFRA 2026 tidak hanya menghadirkan peluang kemitraan, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai perspektif mengenai pengembangan bisnis, mulai dari strategi membangun brand , penguatan sistem usaha, aspek hukum dalam waralaba, hingga peluang membawa bisnis lokal ke pasar yang lebih luas.

Besarnya peluang yang ditawarkan melalui pameran juga dirasakan oleh para exhibitor . Salah satunya adalah Alfamart yang secara konsisten berpartisipasi dalam IFRA. “Alfamart selalu konsisten hadir di IFRA setiap tahunnya, dan tahun ini booth kami menarik banyak pengunjung, sehingga kami mendapat calon-calon mitra baru yang sebelumnya belum familiar dengan skema kemitraan Alfamart. Kami melihat ada kepercayaan terhadap kurasi tenant yang dihadirkan di event IFRA, dan acara ini menjadi tempat pertemuan antara calon mitra baru and Alfamart yang cukup signifikan bagi kami,” ujar Monica Ayu P, Franchise Relation Manager Alfamart.

Monica turut membagikan pandangannya tentang pentingnya memahami skema kemitraan sebelum bergabung. “Jika mencari prospek bisnis kemitraan, hal yang perlu diperhatikan adalah yang pertama pengalaman mitra yang diajak bekerja sama, selanjutnya yang kedua adalah pendampingan pada usaha untuk memperkuat bisnis dan apabila mengalami tantangan agar bisnis berkelanjutan dikarenakan banyak hal yang perlu dipikirkan, mulai dari karyawan, kontinuitas produk, hingga layanan,” tambahnya.

Soal pentingnya masyarakat memahami skema kerja sama sebelum bergabung ini juga menjadi perhatian Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar . Menurutnya, kemitraan dan waralaba kerap disamakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha, padahal masing-masing punya karakteristik tersendiri. “Kemitraan itu bentuknya bisa macam-macam. Misalnya, KSO atau Kerja Sama Operasi, yaitu kerja sama antara dua pihak yang membagi peran, satu pihak di sisi produksi dan pihak lain di sisi pemasaran. Ada juga pola PIR atau Perusahaan Inti Rakyat, di mana perusahaan inti membina dan mendampingi pelaku usaha kecil dari sisi produksi, kemudian membeli dan memasarkan hasilnya. Bentuk lainnya adalah subkontrak, misalnya produsen lokal yang memproduksi barang sesuai standar dari brand internasional, sementara distribusinya tetap dipegang oleh brand tersebut. Ketiganya sama-sama soal kerjasama usaha dengan pembagian peran yang jelas, dan masing-masing pihak yang terlibat perlu menjalankan tanggung jawabnya sesuai peran tersebut agar kerja sama dapat berjalan berkelanjutan. Sementara itu, waralaba menurut saya lebih tepat dilihat sebagai konsep pemasaran dan strategi perluasan pasar suatu brand , jadi penting bagi pelaku usaha untuk memahami karakteristik masing-masing skema sebelum memutuskan bergabung,” ujar Anang.

Ia menambahkan bahwa baik kemitraan maupun waralaba sama-sama perlu dijalankan dengan sistem, standar, dan etika yang jelas, serta tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat, agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pameran ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang temu bisnis semata, melainkan turut memperkuat fondasi industri waralaba dan kemitraan nasional. Ia meyakini IFRA dapat menjadi salah satu pendorong penciptaan lapangan kerja baru sekaligus mempercepat UMKM lokal naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global.

“Melihat antusiasme yang begitu tinggi tahun ini, kami semakin yakin bahwa semangat berwirausaha masyarakat Indonesia terus tumbuh. Harapan kami, IFRA dapat terus menjadi ruang bagi lahirnya kolaborasi baru dan perluasan jaringan bisnis hingga ke berbagai daerah di Indonesia,” ucap Anang Sukandar.

IFRA Apresiasi Pelaku Bisnis dan Entrepreneur Muda

Pencapaian acara ini tidak lepas dari seluruh rangkaian IFRA 2026 yang menghadirkan berbagai program inspiratif dari narasumber-narasumber yang kredibel dan kompeten, seperti Business Mascot Competition, Business Talkshow, Celebpreneur Talkshow, The 10th IFBCC (IFRApreneur Business Concept Competition), IFRA Awards & Gathering, IFRA Poster Competition, IFRA Women’s Talk, penganugerahan Indonesia Business Opportunity Marketing Awards (IBOMA) 2026, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Retirees Seminar. Seluruh rangkaian ini memiliki fokus untuk mendorong pertumbuhan waralaba dan kemitraan lokal, sekaligus memberikan wawasan mendalam mengenai strategi pengembangan bisnis yang beretika dan berkelanjutan.

Puncak IFRA 2026 ditandai dengan closing ceremony “IFRA Awards & Gathering” sebagai penutup rangkaian penghargaan selama pameran berlangsung. Kemeriahan ini dirayakan dengan penganugerahan IFRA Awards yang diberikan oleh IFRA Business Expo 2026 pada hari ini. Kategori nominasi penghargaan IFRA Awards antara lain: Best Advertising untuk pemasaran terbaik selama penyelenggaraan, Best Booth dengan tampilan booth terbaik, Best Deal untuk bisnis dengan transaksi terbanyak, Best Mascot untuk brand yang memiliki maskot terunik, dan IFRA Poster Competition. Penghargaan tersebut diberikan kepada:

● Best Advertising: Ayam Jago Juara
● Best Booth: Thailand Pavilion
● Best Deal: PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk
● Best Mascot: Kumori Pancake
● IFRA Poster Competition: Pemenang diraih oleh Zefposter, dengan Runner Up Pertama diraih oleh Kaelvert

Selain IFRA Awards, puncak acara IFRA 2026 juga menjadi ajang pengumuman pemenang The 10th IFBCC (IFRApreneur Business Concept Competition), kompetisi konsep bisnis bagi mahasiswa yang telah melalui rangkaian kurasi sejak awal tahun. Juara 1 diraih oleh BANASENTRA dari Universitas Komputama Cilacap, disusul Juara 2 oleh OKANE dari Institut Teknologi Bandung, dan Juara 3 oleh KIDDIENARIES dari BINUS University.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IFRA Business Expo 2026, digelar Business talkshow bersama Rumah BUMN BRI dengan tema “Tingkatkan Usaha Bersama Rumah BUMN Jakarta”, yang disusul dengan sesi Quiz & Lucky Draw sebagai penutup acara secara meriah.

Menutup penyelenggaraan tahun ini, IFRA menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama pertumbuhan industri waralaba dan kemitraan nasional, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang berdaya saing global dengan fondasi etika bisnis yang kuat. Dyandra Promosindo bersama dengan AFI selaku penyelenggara IFRA Business Expo 2026 menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dari semua peserta IFRA Business Expo 2026 yang sudah meramaikan pameran ini mulai dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2026. “Semangat para peserta dalam menampilkan konsep bisnis terbaik mereka dan berkolaborasi dengan para narasumber dalam menghadirkan program-program inspiratif merupakan fondasi kesuksesan IFRA. Kami berharap IFRA 2026 ini menjadi titik awal lahirnya peluang-peluang baru dan mendorong pertumbuhan industri waralaba dan wirausaha Indonesia,” tutup Rizki Pahrudi, General Manager Dyandra Promosindo.

Meski penyelenggaraan secara luring telah berakhir, masyarakat yang masih ingin mengeksplorasi berbagai peluang usaha waralaba dan kemitraan dapat mengakses situs resmi www.ifra-indonesia.com hingga Desember 2026. Sampai jumpa di IFRA Business Expo 2027!

***

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kesebelas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication (Dyacomm), PT Fasen Creative Quality (Quad), PT Visicita Imaji Semesta (Visicomm), PT Idea Besar Komunika (Ideacomm), PT Visi Sarana Media Digital (Underlined), PT Dyan Mas Entertainment (DME Asia), dan PT Dyandra Global Edutainment. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Jordi Muhammad

Public Relations Dyandra Promosindo

Email: jordi @dyandra.com ; press.id@dyandra.com