Press Conference NLP & INDOGRITECH: Debindo Global Expo Siap Gelar Pameran NLP dan INDOGRITECH 2026

Sumber Gambar: Sinergi Ketahanan Pangan: Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhamad (berdiri kanan) memaparkan kesiapan penyelenggaraan pameran teknologi pertanian dan peternakan terintegrasi di hadapan awak media di Jakarta, Selasa (27/10). Pameran ini didukung penuh oleh HKTI, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), serta Kementerian Pertanian RI guna mendorong adopsi teknologi circular agriculture. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – PT Debindo Global Expo secara resmi mengumumkan kesiapan penyelenggaraan pameran terpadu sektor agrikultur dan peternakan nasional, yakni Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) bersama Indonesia Agriculture Technology Expo (INDOGRITECH) 2026. Perhelatan besar yang dirancang untuk mendorong percepatan modernisasi sektor pangan ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026 di ICE BSD City. Penyelenggaraan pameran ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan para pelaku industri hulu hingga hilir guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Dalam agenda konferensi pers yang digelar di Auditorium Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jakarta, Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara penyelenggara, asosiasi industri, dan kalangan akademisi. Kolaborasi bersama HKTI serta IPB University ini diharapkan mampu menghadirkan peta jalan teknologi yang aplikatif bagi para petani, peternak, serta pelaku usaha di seluruh tanah air dalam menghadapi tantangan produktivitas dan perubahan iklim global.
Potensi Pasar dan Kualitas Pengambil Keputusan
Berdasarkan capaian pada perhelatan di industri serupa sebelumnya, pameran ini terbukti memiliki efektivitas tinggi dalam mempertemukan pemangku kepentingan kunci dari berbagai daerah. Data penyelenggara menunjukkan bahwa dari total sekitar 7.400 pengunjung yang berpartisipasi, sebanyak 82 persen di antaranya merupakan pembuat keputusan (decision maker). Kualitas audiens tersebut menjadi landasan kokoh bagi perluasan jaringan kemitraan bisnis dan transaksi komersial secara langsung selama pameran berlangsung.
Rafidi menjelaskan bahwa keberhasilan mempertemukan para pengambil keputusan tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya pada penyelenggaraan tahun 2026. Fokus utama pameran akan diarahkan pada pengenalan teknologi ramah lingkungan, efisiensi rantai pasok hewani, serta mekanisasi pertanian canggih. Langkah ini ditujukan untuk mentransformasi sistem budidaya tradisional menuju ekosistem industri yang lebih adaptif, modern, dan bernilai ekonomis tinggi.
Forum Pertanian Melingkar dan Ekosistem Inovasi
Selain menghadirkan stan pameran produk dari berbagai merek terkemuka, rangkaian acara ini akan mengusung program unggulan Nusantara Agriculture Summit. Mengangkat tema besar Circular Agriculture and Future of Plant and Animal Farming, forum ini dirancang sebagai ruang dialog komprehensif untuk merumuskan integrasi pemanfaatan sumber daya dan efisiensi energi dalam kegiatan agrikultur, sekaligus memastikan regenerasi industri pangan berlangsung selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.
Penyelenggaraan NLP dan INDOGRITECH 2026 juga diperkuat dengan agenda IPB Stakeholder Forum serta HKTI Collaboration Programme. Guna memberikan ruang bagi terobosan baru, pihak penyelenggara menyiapkan Start-Up Area khusus yang menampilkan ragam inovasi digital dari para pelaku usaha rintisan. Rangkaian pameran ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia serta berbagai asosiasi lintas profesi, termasuk ASPI, GPMT, ASOSI, HKPBI, dan ASINAD.
