Tembus Pasar Global, Brand Maknyoooss Bawa Sate Rembiga Steril Lombok ke TEI 2026

Sumber Gambar: Jajaran produk kuliner khas Lombok mulai dari Sate Rembiga, Sate Pusut, Ayam Taliwang, hingga Ayam Plecingan dalam kemasan steril milik brand Maknyoooss yang dipajang di paviliun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat selama perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (14/10). (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Ajang Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD City Tangerang Selatan yang terselenggara mulai dari 14 Oktober hingga 18 Oktober 2026 menjadi panggung strategis bagi industri kuliner nusantara. Pameran dagang bertaraf internasional ini mempertemukan berbagai pelaku usaha potensial dengan para calon pembeli mancanegara. Brand Maknyoooss memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menampilkan produk unggulan Sate Rembiga Goyang Lidah asal Lombok.
Pertahankan Cita Rasa Sate Rembiga Lewat Kemasan Steril
Perjalanan bisnis keluarga ini telah melintasi waktu selama puluhan tahun sejak era tahun 1970-an. Pengelola usaha terus berupaya menjawab tantangan zaman melalui serangkaian adaptasi metode penjualan dan pengemasan. Transformasi tersebut terbukti efektif membawa makanan khas daerah menembus batas geografis hingga ke berbagai penjuru tanah air.
“Kita sudah generasi ketiga saat ini, dari tahun 1974. Awalnya kami cuma jualan langsung di rumah makan, tapi karena kondisi COVID, Ibu berinovasi membuat versi steril,” ujar Datin saat menjelaskan sejarah perkembangan usahanya di lokasi pameran.
Penerapan teknologi kemasan steril menjaga kelezatan hidangan sate rembiga hingga sepuluh bulan pada suhu ruang. Pelaku usaha juga menyediakan aneka pilihan menu pelengkap seperti ayam taliwang, ayam plecingan, sate goreng, hingga daging bumbu rembiga. Penggunaan bahan baku cabai lokal Lombok memberikan keunggulan rasa pedas khas yang tidak dapat disaingi oleh produk sejenis.
Buka Peluang Ekspor dan Layanan Maklon Pangan
“Karena memang cabai di Lombok dengan yang di Pulau Jawa itu beda,” tambah Datin menekankan keunikan rasa produknya. Keunikan karakter bahan lokal tersebut menyatu sempurna dengan racikan bumbu warisan keluarga secara konsisten.
Produsen mematok harga produk kemasan praktis ini mulai dari Rp40.000 hingga Rp60.000 per paket. Partisipasi aktif dalam pameran internasional membuka harapan baru untuk memperluas jangkauan ekspor ke mancanegara. Selain itu, mereka membuka peluang kemitraan maklon bagi wirausahawan lain yang ingin memproduksi kuliner berstandar BPOM.
Inovasi kemasan steril membuktikan bahwa sajian tradisional nusantara sanggup beradaptasi dengan tuntutan industri modern. Penguasaan teknologi pangan seperti proses sterilisasi menjadi solusi nyata bagi UMKM untuk memperpanjang daya simpan produk tanpa bahan pengawet. Langkah ekspansi ini memberikan inspirasi berharga mengenai pentingnya menjaga resep leluhur sekaligus merangkul inovasi demi memajukan bisnis kuliner lokal.
