Bidik Timur Tengah dan Asia, Ini Strategi Disperindag NTB Bawa Sate Rembiga Mendunia

Sumber Gambar: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata (tengah), saat berbincang hangat memantau kesiapan komoditas kuliner lokal unggulan di Paviliun Provinsi Nusa Tenggara Barat selama perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (14/10). (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukkan optimisme besar dalam memperluas pasar produk lokal ke ranah global. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata, memandang Trade Expo Indonesia ke-41 sebagai wadah yang sangat strategis. Melalui pameran dagang ini, potensi ekspor kuliner NTB terbuka lebar untuk memikat minat para mitra dagang internasional.
Lalu Wiranata melihat dua hidangan khas daerah memiliki daya pikat istimewa bagi para pembeli mancanegara. Menurut pantauannya, aroma khas rempah pada menu olahan ayam dan daging mampu menarik perhatian pelaku pasar ekspor. “Kemungkinan sate rembiga dan ayam taliwang, karena memang itu yang paling enak,” ujarnya saat memantau pameran dagang tersebut.
Peluang Ekspor Kuliner NTB Menembus Mancanegara
Wiranata mengarahkan fokus pemasaran perdana menuju kawasan Asia dan Timur Tengah. Beliau menilai karakter lidah konsumen pada wilayah tersebut sangat cocok dengan sensasi pedas dan gurih khas nusantara. Sebaliknya, pasar benua lain seperti Eropa masih memerlukan sedikit penyesuaian cita rasa sebelum ekspansi berlangsung.
“Kita akan sesuaikan dahulu rasanya untuk pasar Eropa dan Australia dengan lidah mereka. Namun, yang sudah cocok dengan rasanya saat ini adalah Timur Tengah dan Asia,” tambahnya. Langkah adaptasi produk ini membantu para pelaku usaha lokal memenuhi preferensi konsumen secara lebih terukur.
Dampak Ekonomi Bagi Daerah dan Pelaku Usaha
Pihak dinas menargetkan volume pengiriman produk secara maksimal ke pasar luar negeri tanpa membatasi nilai nominal tertentu. Penjualan produk pangan olahan ke tingkat global dapat menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat daerah secara signifikan. Permintaan ekspor yang tumbuh subur akan menyerap tenaga kerja lokal serta memicu pembelian bahan baku pertanian warga secara berkesinambungan.
Melihat tingginya antusiasme pembeli internasional, Wiranata menyampaikan masukan penting terkait agenda pameran dagang tahunan tersebut. “Luar biasa acara ini. Kalau bisa diadakan dua kali setahun, jangan sekali setahun,” pungkasnya. Dorongan penambahan frekuensi kegiatan ekspor kuliner NTB ini mencerminkan tingginya potensi pasar yang siap pengusaha lokal garap secara konsisten.
Kehadiran produk daerah dalam pameran internasional membuktikan bahwa cita rasa lokal memiliki daya saing yang tinggi. Kesuksesan menembus pasar Timur Tengah dan Asia menjadi batu loncatan berharga bagi wirausaha lokal untuk terus meningkatkan mutu dan skala produksi. Dengan langkah strategis yang tepat, produk khas nusantara mampu mengukir prestasi gemilang di panggung perdagangan internasional.
