Tech

Telkomsat Dukung Layanan Dukcapil di 50 Daerah Sulit Sinyal Lewat Internet Satelit LEO

Visualisasi abstrak dari jaringan internet satelit LEO yang menghubungkan daerah terpencil di Indonesia.

Sumber Gambar: telkomsat.co.id

Depok, Stapo.id – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memperkuat pemerataan layanan publik digital dengan menyediakan konektivitas internet satelit berbasis Low Earth Orbit (LEO) untuk mendukung operasional Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di 50 daerah yang masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan seluler maupun internet berbasis fiber.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan digital, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selama ini, keterbatasan akses internet menjadi tantangan bagi kantor-kantor Dukcapil dalam memberikan layanan pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga pembaruan data kependudukan secara daring.

Melalui solusi satelit LEO, Telkomsat menghadirkan konektivitas dengan latensi yang lebih rendah dibandingkan layanan satelit geostasioner konvensional. Teknologi ini menggunakan konstelasi satelit yang mengorbit lebih dekat ke Bumi sehingga mampu memberikan pengalaman internet yang lebih responsif untuk aplikasi pemerintahan yang membutuhkan pertukaran data secara real time.

Menurut Telkomsat, layanan tersebut dirancang sebagai solusi bagi daerah yang belum terjangkau jaringan terestrial maupun wilayah yang kualitas sinyalnya belum memadai. Dengan dukungan internet satelit, proses sinkronisasi data kependudukan ke pusat dapat dilakukan lebih cepat, sehingga masyarakat tidak lagi harus menunggu lama akibat kendala jaringan ketika mengurus dokumen administrasi.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemanfaatan satelit LEO juga menjadi bagian dari strategi transformasi digital pemerintah. Basis data kependudukan merupakan fondasi berbagai layanan negara, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, perpajakan, hingga pemilu. Karena itu, ketersediaan konektivitas yang andal menjadi faktor penting agar seluruh daerah memiliki akses terhadap layanan administrasi yang setara.

Untuk mendukung program tersebut, Telkomsat memanfaatkan jaringan konektivitas satelit multi-orbit yang dapat dipasang dengan cepat tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur kabel serat optik atau menara telekomunikasi. Pendekatan ini dinilai lebih efisien untuk wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, seperti daerah pegunungan, kepulauan, maupun kawasan perbatasan.

Ke depan, Telkomsat juga melihat teknologi satelit LEO tidak hanya berperan dalam mendukung layanan Dukcapil. Infrastruktur yang sama berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai sektor layanan publik lainnya, termasuk fasilitas kesehatan, sekolah, kantor pemerintahan, layanan kebencanaan, hingga konektivitas bagi pelaku usaha di daerah terpencil. Dengan karakteristik latensi rendah dan kapasitas yang terus meningkat, satelit LEO dipandang mampu melengkapi jaringan fiber optik dan seluler dalam membangun konektivitas nasional.

Inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia yang menempatkan pemerataan akses internet sebagai salah satu prioritas utama. Di tengah kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, teknologi satelit menjadi solusi strategis untuk menghadirkan layanan digital secara merata tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembangunan jaringan darat yang membutuhkan waktu dan investasi besar.

Melalui kolaborasi antara Telkomsat dan Dukcapil, masyarakat di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan sinyal diharapkan dapat menikmati pelayanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, efisien, dan andal. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi satelit semakin berperan penting dalam mendukung pemerataan layanan publik dan mempercepat transformasi digital hingga ke pelosok Indonesia.