Otomotif

Teknologi Volkswagen Cegah Mobil Tabrak Kanguru di Australia

Perangkat pemancar suara keselamatan otomotif terpasang pada kisi depan mobil di jalur pedesaan

Sumber Gambar: Pexels/Line Knipst

Depok, Stapo.id – Berkendara di jalan raya Australia memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan banyak negara lain. Salah satunya adalah risiko tabrakan dengan kanguru yang kerap melintas di jalan, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut mendorong Volkswagen Australia mengembangkan teknologi bernama RooBadge yang dirancang untuk memperingatkan kanguru agar menjauh dari jalur kendaraan.

RooBadge merupakan perangkat berbentuk cakram berdiameter sekitar 17 sentimeter yang dipasang pada bagian depan kendaraan, menggantikan emblem Volkswagen. Perangkat tersebut terhubung dengan aplikasi di dalam mobil dan memanfaatkan koordinat GPS serta data persebaran spesies kanguru untuk menentukan suara peringatan yang sesuai dengan lokasi kendaraan.

Ketika kendaraan memasuki area yang menjadi habitat atau titik rawan kanguru, RooBadge dapat mengaktifkan sinyal suara yang diarahkan ke bagian depan kendaraan. Sistem ini tidak sekadar mengandalkan suara ultrasonik umum, tetapi dikembangkan dengan mempertimbangkan suara yang memiliki arti biologis bagi kanguru, termasuk suara peringatan dan suara yang berkaitan dengan predator.

Pengembangan RooBadge dilakukan Volkswagen Australia bersama DDB Group, University of Melbourne dan organisasi penyelamatan satwa WIRES. Teknologi tersebut telah menjalani pengujian di lapangan untuk melihat bagaimana kanguru merespons berbagai jenis suara yang dipancarkan perangkat.

Dokumen Transport for New South Wales mengenai teknologi untuk mengurangi tabrakan kendaraan dengan satwa liar juga mencatat bahwa Volkswagen sedang mengembangkan perangkat pengusir kanguru yang dipasang pada kendaraan. Dalam pengujian tersebut, suara yang digunakan mencakup suara predator, panggilan peringatan dari spesies lain dan suara hentakan kaki yang biasa digunakan kanguru sebagai tanda bahaya. Namun, dokumen tersebut menegaskan bahwa hasil pengujian yang telah dipublikasikan secara ilmiah masih belum tersedia.

Hal ini menjadi penting karena perangkat pengusir satwa berbasis suara sebelumnya belum selalu menunjukkan hasil yang konsisten. Kajian Transport for NSW menemukan sejumlah keterbatasan pada perangkat ultrasonik, termasuk suara yang dapat tertutup oleh kebisingan kendaraan dan kemungkinan satwa terbiasa terhadap suara tersebut. Karena itu, pendekatan RooBadge masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya dalam kondisi jalan sebenarnya.

RooBadge dengan demikian berbeda dari sistem keselamatan aktif yang menggunakan kamera dan radar untuk mendeteksi objek kemudian melakukan pengereman otomatis. Tujuan utamanya justru mencegah kanguru berada di jalur kendaraan sejak awal.

Jika teknologi ini nantinya terbukti efektif, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif menarik untuk mengurangi risiko tabrakan kendaraan dengan satwa liar, khususnya di wilayah Australia yang memiliki populasi kanguru dan jaringan jalan pedesaan yang luas.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.