Tech

Cara Bikin Video Timelapse Perjalanan Hidup dari Google Maps Timeline

Ilustrasi peta digital abstrak dengan titik rute bercahaya di atas layar ponsel cerdas

Sumber Gambar: ahn-lab.org

Depok, Stapo.id – Riwayat perjalanan di Google Maps ternyata bisa diubah menjadi video animasi yang memperlihatkan jejak mobilitas seseorang dari waktu ke waktu. Salah satu alat yang sedang menarik perhatian adalah Timeline Visualizer dari Ahn Lab, yang dapat mengolah data Google Maps Timeline menjadi video MP4 berisi animasi perjalanan berdasarkan lokasi dan tanggal yang tersimpan.

Konsepnya sederhana. Data perjalanan yang selama ini hanya terlihat sebagai daftar lokasi di Google Maps dapat divisualisasikan menjadi sebuah timeline perjalanan, misalnya memperlihatkan bagaimana seseorang berpindah dari satu kota ke kota lain selama beberapa tahun. Timeline Visualizer menyediakan versi web yang dapat digunakan tanpa harus memasang aplikasi.

Yang menarik, alat ini bukan layanan resmi Google. Timeline Visualizer merupakan proyek independen yang dikembangkan dari proyek open source dan tidak berafiliasi dengan Google. Versi webnya tersedia melalui Ahn Lab, sementara kode sumber dan versi Android tersedia di GitHub.

Data yang Dibutuhkan Adalah Google Timeline.json

Sebelum membuat video, pengguna perlu memiliki data Google Maps Timeline yang diekspor dalam format JSON.

Google menjelaskan bahwa Timeline menyimpan kunjungan dan rute pengguna berdasarkan lokasi perangkat. Pada versi Google Maps saat ini, Timeline dikelola melalui aplikasi di perangkat dan data dapat diekspor dari pengaturan Timeline.

Untuk Android, pengguna dapat membuka pengaturan ponsel, masuk ke Location > Location services > Timeline > Export Timeline data, kemudian menyimpan file JSON tersebut. Dokumentasi Timeline Visualizer juga menjelaskan bahwa file inilah yang kemudian dimasukkan ke aplikasi untuk membuat animasi perjalanan.

Sementara pengguna iPhone atau iPad dapat membuka Google Maps, memilih foto profil, masuk ke Settings > Personal content > Export Timeline data, kemudian menyimpan file Timeline.json.

Cara Membuat Video Perjalanan

Setelah file tersedia, proses pembuatan video relatif sederhana.

Pertama, buka Timeline Visualizer Ahn Lab melalui browser.

Kemudian pilih Choose Timeline.json dan masukkan file Timeline yang sudah diekspor dari Google Maps. Situs tersebut juga menyediakan pilihan untuk mencoba perjalanan fiktif sehingga pengguna dapat melihat cara kerja alat sebelum memasukkan data pribadi.

Setelah file terbaca, pengguna dapat menentukan periode perjalanan. Timeline Visualizer memungkinkan pemilihan tanggal secara lebih spesifik sehingga video tidak harus dibuat untuk seluruh riwayat perjalanan. Pengguna dapat memilih tanggal mulai dan tanggal akhir sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, masukkan judul video dan tentukan durasinya. Pengguna juga dapat memilih camera movement, sehingga animasi peta dapat dibuat mengikuti perjalanan dengan gaya pergerakan kamera tertentu. Setelah semuanya sesuai, pilih Preview untuk melihat hasil animasi sebelum video dibuat.

Jika hasilnya sudah sesuai, pilih Create MP4. Timeline Visualizer kemudian merender perjalanan menjadi video yang dapat digunakan untuk dokumentasi pribadi atau dibagikan ke media sosial.

Bisa Dibuat untuk Satu Tahun atau Bertahun-tahun

Tidak hanya perjalanan satu kali, konsep ini menarik untuk membuat video seperti “Perjalanan Saya 2020–2026”.

Versi proyek Timeline Visualizer di Android memungkinkan pengguna memilih periode berdasarkan tahun dan bulan, termasuk rentang yang melewati beberapa tahun. Pilihan durasi yang tersedia pada dokumentasi proyek antara lain 10, 15, 20, 30, 45 dan 60 detik.

Misalnya, seseorang dapat membuat video perjalanan dari Januari 2021 hingga Desember 2025. Hasilnya akan memperlihatkan bagaimana titik-titik perjalanan bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain sepanjang periode tersebut.

Untuk konten media sosial, hasil seperti ini bisa dikembangkan menjadi konsep “5 Tahun Perjalanan Saya dalam 30 Detik”, “Seberapa Jauh Saya Bepergian?”, atau “Timeline Hidup Saya di Peta”.

Bagaimana dengan Privasi?

Bagian ini justru menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum mencoba.

Timeline Visualizer menyatakan bahwa file Timeline tidak diunggah ke server aplikasi. Pada versi web, pemrosesan file dilakukan di perangkat pengguna. Namun, ketika peta perjalanan dimuat, layanan peta yang digunakan tetap menerima koordinat tile peta yang diperlukan untuk menampilkan area perjalanan tersebut. Situs tersebut memperingatkan bahwa informasi itu secara tidak langsung dapat mengungkap lokasi yang ada dalam Timeline kepada penyedia peta, yaitu CARTO.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menganggap penggunaan alat ini sama dengan tidak adanya risiko privasi sama sekali. Data lokasi merupakan informasi yang sangat sensitif secara praktis karena dapat memperlihatkan rumah, kantor, sekolah, tempat yang sering dikunjungi, maupun pola mobilitas seseorang.

Jika video akan dipublikasikan ke TikTok, Instagram atau YouTube, pengguna juga perlu mempertimbangkan apakah rute tersebut memperlihatkan lokasi pribadi yang sebaiknya tidak diketahui publik.

Jangan Heran Jika Rutenya Tidak 100 Persen Akurat

Ada satu hal lagi yang perlu diketahui. Animasi yang dihasilkan bukan rekonstruksi perjalanan yang sempurna.

Timeline Visualizer sendiri menjelaskan bahwa data lokasi dapat mengandung ketidakakuratan. Aplikasi menggunakan estimasi lokasi yang telah diproses untuk mengurangi noise, tetapi rute dan jarak yang ditampilkan tetap dapat mengalami kesalahan.

Jika file yang diekspor hanya berisi raw location data dan tidak memiliki data kunjungan atau perjalanan yang sudah diproses, hasil rute juga dapat lebih berisik atau tidak lengkap. Pengembang menyarankan pengguna memastikan Timeline di Google Maps sudah memiliki data kunjungan dan perjalanan sebelum melakukan ekspor ulang.

Dengan demikian, video tersebut lebih tepat dianggap sebagai visualisasi data perjalanan, bukan rekaman GPS presisi setiap detik.

Dari Data Lokasi Menjadi Cerita Visual

Teknologi di balik tren ini sebenarnya menarik karena tidak membutuhkan AI generatif untuk menghasilkan video yang terlihat kompleks. Timeline Visualizer hanya mengambil data lokasi berbentuk JSON, memproses koordinat dan waktu, kemudian mengubahnya menjadi animasi peta.

Inilah yang membuat konsep tersebut menarik untuk konten teknologi. Data yang selama ini hanya tersimpan sebagai informasi pribadi di perangkat dapat diubah menjadi visualisasi perjalanan yang mudah dipahami.

Bahkan, proyek Timeline Visualizer sendiri tersedia secara terbuka di GitHub dengan lisensi MIT. Versi proyek tersebut juga menyediakan implementasi Python untuk desktop yang dapat menghasilkan file MP4 dari Timeline.json menggunakan FFmpeg.

Jadi, kalau ingin membuat video “perjalanan hidup dalam 30 detik”, tidak perlu menggambar rute satu per satu di aplikasi editing. Cukup ekspor Google Maps Timeline, masukkan datanya ke Timeline Visualizer, pilih periode dan gaya animasi, kemudian biarkan sistem mengubah kumpulan koordinat tersebut menjadi sebuah cerita visual.