Ethical Franchising Jadi Kunci Utama Sukses Waralaba

Sumber Gambar: Anang Sukandar Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Saat Opening Remarks IFRA 2026 di ICE BSD Tangerang (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mendorong penerapan Ethical Franchising bagi para pelaku usaha nasional.
Menurut laporan Stapo.id, beliau menyampaikan hal tersebut saat membuka pameran IFRA 2026 di ICE BSD Tangerang Selatan Jumat (28/8). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis agar mampu menghadapi persaingan global yang dinamis.
Anang menjelaskan pelaku usaha membutuhkan waktu minimal lima tahun untuk membangun sistem bisnis waralaba yang kokoh.
Syarat Membangun Sistem Waralaba yang Kokoh
Menurut beliau, pemilik merek harus memiliki sistem operasional yang matang sebelum menawarkan kemitraan kepada publik. Beliau juga mencontohkan kesuksesan Roti Unyil asal Bogor yang mampu mempertahankan eksistensi bisnisnya hingga sekarang.
Pelaku UMKM juga memerlukan peningkatan kapasitas agar bisnis mereka dapat berkembang secara berkelanjutan. Anang berharap para pengusaha lokal menaruh perhatian besar pada aspek kejujuran dan etika bisnis.
Melalui komitmen ini, industri waralaba nasional akan tumbuh menjadi sektor usaha yang berintegritas tinggi. Beliau membagikan pandangannya mengenai esensi dari penerapan Ethical Franchising dalam ekosistem bisnis modern saat ini.
“Inilah yang saya coba sampaikan, ada UMKM yang dikembangkan sehingga menjadi suatu usaha yang unggul, go performing, dan go ethical. Judul ini benar sekali: Mendorong Pertumbuhan melalui Peningkatan Kapasitas dan Ethical Franchising, atau franchise yang beretika,” ujar Anang.
Manfaat Penerapan Ethical Franchising bagi Pengusaha Lokal
Selain membahas etika, Anang membagikan cerita inspiratif tentang inovasi kuliner lokal demi menginspirasi para peserta pameran. Beliau mengisahkan sejarah mie ayam yang lahir dari tangan kreatif seorang tokoh bernama Tjokro pada era 1950-an.
Tjokro memodifikasi hidangan bakmi tradisional agar cocok dengan selera masyarakat luas di Indonesia. Kisah tersebut membuktikan bahwa inovasi produk yang tepat dapat menciptakan peluang bisnis baru yang luar biasa.
AFI terus mendampingi para wirausaha lokal agar mereka mampu bersaing secara sehat di pasar nasional. Pameran IFRA 2026 ini menjadi wadah penting untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan kapabilitas para peserta.
Penerapan Ethical Franchising memang membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh pemilik bisnis kemitraan di tanah air. Sikap konsisten dalam menjaga kualitas sistem dan hubungan kemitraan akan menentukan kesuksesan jangka panjang sebuah waralaba. Dengan memadukan kapasitas usaha yang mumpuni serta nilai moral, bisnis lokal pasti dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh.

