Kabar

Bisnis Waralaba Jadi Pilihan Utama di FLEI 2026

Ilustrasi Bisnis Waralaba untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Bisnis waralaba menunjukkan geliat luar biasa meski kondisi ekonomi global penuh tantangan. Sektor ini tetap menjadi primadona karena menawarkan sistem yang sudah teruji bagi pelaku usaha baru. Minat masyarakat terhadap model usaha ini terus meningkat pesat dari tahun ke tahun.

Chairwoman Indonesia Franchise & License Society (WALI), Levita G. Supit, memaparkan optimisme tersebut dalam konferensi pers FLEI Business Show 2026 di GoWork Plaza Indonesia Lt.5 (8/4). Beliau menekankan bahwa industri ini memiliki daya tahan yang sangat kuat. Masyarakat melihat peluang besar dalam kemitraan ini sebagai instrumen investasi masa depan.

“Pandemi Covid belum berakhir tapi yang namanya bisnis waralaba sudah menggeliat. Yang namanya bisnis waralaba sudah mulai dijual dan yang namanya bisnis waralaba sudah dibeli oleh para pelaku usaha. Itu menunjukkan bahwa kalau kalau anak muda bilangnya bisnis waralaba tidak ada matinya,” ujar Levita di Plaza Indonesia.

Potensi Ekonomi Melalui Bisnis Waralaba

Levita menjelaskan bahwa kesuksesan sebuah gerai sangat bergantung pada kemampuan inovasi sang pemilik. Dia menilai kreativitas menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi ekonomi yang kurang kondusif saat ini. Pemilik bisnis harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang dinamis.

“Apapun dikatakan itu tergantung daripada pengelola ataupun pemilik bisnis. Seberapa jauh dia kreatif dan inovatif terhadap bisnisnya. Seberapa jauh dia kreatif terhadap keadaan kondisi yang sedang kurang baik-baik saja,” jelas Levita dengan tegas. Beliau melihat banyak pekerja mulai mencari pendapatan sampingan lewat skema ini.

“Jadi yang menjadi pelaku usaha bisnis franchise bukan hanya perusahaan franchise itu sendiri tapi orang yang punya pekerjaan tetap mereka mencari juga bisnis-bisnis yang kebanyakan mereka cari adalah bisnis waralaba yang autopilot atau yang tidak dijalankan oleh mereka,” ungkapnya. Sistem otonom ini memudahkan para profesional untuk tetap bekerja sambil berbisnis.

Levita mencontohkan beberapa merek besar yang sudah berjalan secara mandiri oleh pihak ketiga. Banyak masyarakat menyiapkan diri untuk masa pensiun dengan memiliki bisnis sampingan yang stabil. Hal ini menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih inklusif di Indonesia.

Anak Muda Menggerakkan Bisnis Waralaba

Tren menarik muncul dari kalangan anak muda lulusan luar negeri yang kembali ke tanah air. Mereka cenderung memilih bisnis yang sudah memiliki nama besar daripada merintis merek dari awal. Efisiensi waktu dan bukti kesuksesan menjadi alasan utama pemilihan model tersebut.

“Kenapa? Karena bisnis waralaba itu mereka tidak harus mulai dari nol. Karena bisnis waralaba itu udah matang, udah proven. Oh bisnis ini udah sukses, bisnis ini udah dikenal oleh masyarakat. Lihat brand-nya aja nggak perlu dijelasin ini bisnisnya apa,” kata Levita. Hal ini mempermudah operasional sejak hari pertama pembukaan.

Data menunjukkan omzet sektor ini mencapai angka fantastis sebesar 143 triliun rupiah pada tahun 2024. Angka tersebut membuktikan bahwa daya beli masyarakat terhadap produk kemitraan masih sangat tinggi. Para pengusaha besar pun tetap melakukan riset mendalam sebelum mengambil lisensi internasional.

FLEI hadir sebagai wadah pertemuan antara pemilik bisnis dan calon investor potensial. Acara ini akan berlangsung pada 7-10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Pengunjung dapat melihat berbagai peluang usaha yang bisa segera mereka jalankan. Levita berharap media terus memberikan dukungan berita positif untuk industri ini.