Kabar

Industri Franchise Jadi Solusi Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Ilustrasi Industri franchise untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Industri franchise menjadi strategi jitu bagi para pelaku usaha dalam menghadapi gejolak ekonomi global saat ini. Kenaikan harga bahan bakar minyak dan biaya logistik tentu memicu kekhawatiran banyak pihak. Namun, model bisnis kemitraan menawarkan stabilitas yang unik bagi pengusaha di Indonesia.

Evi Dian Puspitawati Frainchise Consultant, Frainchise Academy Indonesia memaparkan analisis ini pada acara Press Conference FLEI BUSINESS SHOW 2026 (8/4). Beliau menjelaskan bahwa perubahan harga komoditas akan berdampak langsung pada rantai pasok. Kondisi tersebut memaksa pengusaha untuk lebih kreatif dalam mengelola biaya operasional harian.

Peluang Besar dalam Industri Franchise

“BBM naik itu pengaruh yang paling utama adalah transportasi ya, logistik. Dan itu efek dominonya sangat besar. Kemana-mana pastinya. Ya, jadi harga-harga juga akan ikutan naik udah pasti gitu ya,” ujar Evi Dian Puspitawati. Beliau melihat sistem kemitraan sebagai jalan keluar bagi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Evi menekankan bahwa pengusaha tidak perlu berhenti berkegiatan meski situasi ekonomi sedang kurang mendukung. Beliau menyarankan pelaku usaha untuk terus mencari peluang di tengah ketidakpastian pasar. Industri franchise memberikan kerangka kerja yang sudah teruji bagi para investor pemula maupun berpengalaman.

“Sebetulnya kalau kita kaitkan dengan industri franchise itu bisa jadi situasi yang sangat tidak mendukung seperti ini. Sebenarnya franchise, sistem franchise mempunyai salah satu jalan keluar gitu ya dari pengembangan bisnis,” jelas Evi lebih lanjut.

Sektor Unggulan yang Tetap Tumbuh

Evi mengidentifikasi lima sektor industri yang akan tetap stabil karena memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sektor pangan dan minuman atau F&B menduduki posisi pertama karena masyarakat selalu membutuhkannya. Selanjutnya, sektor retail kebutuhan sehari-hari dan apotek juga menunjukkan ketahanan yang luar biasa.

“Pasti industri F&B ya, makan minum dalam situasi apapun pasti itu akan tetap dibutuhkan. Franchise itu banyak ya,” tambah Evi. Beliau juga menyoroti potensi besar pada industri jasa perawatan atau maintenance. Saat daya beli menurun, masyarakat cenderung memperbaiki barang lama daripada membeli yang baru.

Sektor kecantikan, kesehatan, dan pendidikan menjadi penutup dalam daftar industri potensial tersebut. Kebutuhan akan relaksasi dan edukasi anak tidak akan pernah berhenti meski ekonomi melambat. FLEI BUSINESS SHOW 2026 pun akan menghadirkan brand berpengalaman dengan rekam jejak yang sudah terbukti baik.

“Pendidikan itu nggak mungkin berhenti. Anak-anak kita nggak mungkin nggak sekolah, nggak mungkin nggak kursus. Jadi kalau kami mencatat lima industri ini pasti bakal tetep bakal berkembang gitu ya,” pungkas Evi dengan optimis.