Mitsubishi Pajero Generasi Kelima Segera Meluncur, Usung Ladder Frame dan S-AWC

Sumber Gambar: Mitsubishi
Depok, Stapo.id – Mitsubishi Pajero generasi terbaru bersiap kembali ke panggung otomotif global setelah beberapa tahun vakum. SUV legendaris Mitsubishi tersebut dijadwalkan menjalani world premiere pada 2 September 2026 dan diproyeksikan menjadi model tahun 2027. Kehadiran generasi kelima ini sekaligus menandai kembalinya nama Pajero setelah generasi sebelumnya dihentikan produksinya.
Mitsubishi Motors secara resmi mengumumkan pada Mei 2026 bahwa nama Pajero kembali digunakan untuk SUV cross-country terbaru. Model ini dikembangkan sebagai salah satu flagship Mitsubishi dengan mempertahankan karakter utama Pajero sebagai kendaraan yang memiliki kemampuan melibas berbagai medan, tetapi dengan kenyamanan yang lebih sesuai untuk penggunaan modern.
Kabar mengenai tanggal peluncuran 2 September 2026 juga telah dikonfirmasi oleh sejumlah media otomotif internasional setelah Mitsubishi mulai mengintensifkan kampanye teaser. Dengan demikian, informasi mengenai tanggal tersebut bukan lagi sebatas rumor.
Pajero Kembali ke Akar Off-Road
Salah satu perubahan terbesar pada Pajero terbaru berada pada konstruksi sasis. Mitsubishi memastikan SUV ini menggunakan ladder frame yang berasal dari platform pikap Triton.
Mitsubishi menyebut struktur tersebut telah dikembangkan kembali secara khusus untuk Pajero, termasuk pengembangan kabin serta suspensi depan dan belakang. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kemampuan melewati medan berat, tetapi juga memberikan kenyamanan ketika kendaraan digunakan di jalan raya.
Pilihan ladder frame cukup menarik karena Pajero generasi sebelumnya menggunakan konstruksi monokok. Generasi baru dengan demikian membawa karakter yang lebih dekat dengan SUV berbasis rangka seperti Mitsubishi Triton dan kendaraan off-road tradisional lainnya.
Mitsubishi mengklaim struktur tersebut memiliki ketahanan tinggi terhadap benturan dan medan dengan permukaan tidak rata. Sistem suspensinya juga dikembangkan untuk mengurangi gerakan bodi serta getaran ketika kendaraan melewati jalan rusak.
S-AWC Jadi Teknologi Penting
Pajero baru juga akan menggunakan Super All-Wheel Control atau S-AWC, sistem pengendalian kendaraan Mitsubishi yang mengintegrasikan pengaturan traksi, stabilitas dan karakter pengendalian kendaraan.
Mitsubishi menyebut S-AWC dirancang untuk meningkatkan kemampuan kendaraan dalam menghadapi berbagai kondisi permukaan jalan, sekaligus menjaga stabilitas ketika kendaraan digunakan di jalan raya.
Kombinasi ladder frame dan S-AWC membuat Pajero generasi kelima diposisikan sebagai SUV yang tidak hanya mengandalkan tampilan gagah. Mitsubishi secara jelas ingin mempertahankan DNA kendaraan off-road yang selama ini melekat pada nama Pajero.
Meski demikian, detail sistem penggerak, termasuk konfigurasi transfer case dan pilihan mode berkendara secara lengkap, masih harus menunggu pengungkapan Mitsubishi pada peluncuran global.
Bawa Kembali Triple Multi Meter
Salah satu fitur yang sudah diperkenalkan Mitsubishi adalah Multi Meter, perangkat digital yang terinspirasi dari tiga meter tambahan yang menjadi ciri khas Pajero generasi terdahulu.
Versi baru perangkat tersebut tidak lagi sekadar menjadi ornamen nostalgia. Mitsubishi mengatakan Multi Meter dapat menampilkan informasi seperti ketinggian, arah kompas, temperatur lingkungan, sudut pitch dan roll kendaraan, serta distribusi torsi kiri dan kanan.
Informasi tersebut terutama berguna ketika kendaraan digunakan di medan off-road. Pengemudi dapat mengetahui seberapa besar kemiringan kendaraan serta bagaimana distribusi tenaga bekerja ketika melewati tanjakan, turunan atau permukaan dengan tingkat traksi berbeda.
Mitsubishi bahkan menyebut Multi Meter sebagai bagian dari upaya mempertahankan semangat petualangan Pajero sekaligus menerjemahkan fitur ikonik tersebut ke dalam format digital modern.
Desain Mulai Terungkap
Mitsubishi sejauh ini masih menjaga sebagian besar detail desain Pajero terbaru melalui rangkaian teaser. Namun, sejumlah gambar teaser sudah memperlihatkan bahwa desain SUV tersebut membawa bahasa desain Mitsubishi modern dengan bodi yang terlihat kokoh.
Laporan media otomotif yang menjadi referensi juga menyoroti kemiripan sejumlah elemen desain dengan produk Mitsubishi terbaru, termasuk bahasa desain yang sebelumnya terlihat pada Destinator.
Meski demikian, kemiripan visual dengan Destinator tidak berarti Pajero menggunakan platform atau spesifikasi yang sama. Pajero justru memiliki karakter teknis yang berbeda karena menggunakan ladder frame berbasis Triton dan dikembangkan sebagai SUV cross-country flagship. Mitsubishi sendiri telah menegaskan perbedaan tersebut melalui informasi teknis resminya.
Karena foto resmi kendaraan secara keseluruhan belum diperlihatkan secara lengkap, detail seperti desain lampu, grille, bumper, dimensi dan konfigurasi interior sebaiknya menunggu pengungkapan resmi pada 2 September.
Bagaimana dengan Mesin Hybrid?
Sektor powertrain menjadi salah satu bagian yang masih banyak diperbincangkan menjelang peluncuran.
Sejumlah laporan otomotif memperkirakan Pajero baru akan mendapatkan pilihan mesin elektrifikasi, termasuk kemungkinan konfigurasi hybrid. Namun, Mitsubishi belum mengumumkan secara resmi detail mesin, kapasitas baterai, tenaga maupun jenis sistem hybrid yang akan digunakan.
Karena itu, informasi mengenai diesel hybrid, plug-in hybrid ataupun kombinasi mesin tertentu masih sebaiknya ditempatkan sebagai prediksi sampai Mitsubishi memberikan spesifikasi resminya.
Yang sudah jelas adalah Mitsubishi ingin menggabungkan kemampuan off-road dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi penting karena Pajero generasi baru tidak hanya akan berhadapan dengan SUV yang mengutamakan kemampuan medan berat, tetapi juga kendaraan yang menawarkan teknologi elektrifikasi dan kenyamanan premium.
Pajero Punya Sejarah Panjang
Kembalinya Pajero membawa beban sejarah yang cukup besar bagi Mitsubishi.
Generasi pertama Pajero diperkenalkan pada 1982. Selama empat generasi, model tersebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah. Pajero juga memiliki sejarah panjang di ajang Dakar Rally dengan total 12 kemenangan, termasuk tujuh kemenangan secara beruntun.
Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Pajero memiliki reputasi kuat sebagai SUV tangguh. Mitsubishi kini mencoba membawa reputasi tersebut ke generasi baru dengan menggabungkan teknologi modern dan kemampuan off-road.
Kembalinya nama Pajero juga menjadi bagian dari strategi Mitsubishi untuk memperkuat kendaraan yang memiliki identitas kuat. Dalam rencana bisnis jangka menengah dan panjangnya, Mitsubishi menyatakan akan meluncurkan Pajero baru dan mengembangkan model tersebut menjadi sebuah seri. Perusahaan juga menargetkan peluncuran 13 model baru dalam enam tahun ke depan, dengan fokus antara lain pada model strategis ASEAN dan kendaraan off-road.
Berpotensi Menjadi Lawan SUV Ladder Frame
Dengan ladder frame dan kemampuan 4WD, Pajero generasi kelima akan masuk ke segmen SUV yang memiliki karakter berbeda dari crossover seperti Outlander.
Pesaing yang berpotensi menjadi perhatian antara lain Toyota Land Cruiser Prado, Ford Everest dan Isuzu MU-X, tergantung pasar dan konfigurasi yang nantinya ditawarkan Mitsubishi. Di Australia, misalnya, Pajero terbaru diproyeksikan bersaing dengan SUV ladder frame berukuran menengah hingga besar tersebut.
Kembalinya Pajero juga menarik karena Mitsubishi sebelumnya telah memiliki Pajero Sport sebagai SUV berbasis Triton. Generasi baru Pajero akan membawa nama yang lebih tinggi dalam hierarki produk dan diposisikan sebagai salah satu flagship Mitsubishi.
Apakah Akan Masuk Indonesia?
Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk diperhatikan karena Mitsubishi memiliki basis produksi dan pasar yang kuat di Tanah Air.
Namun, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga, waktu pemasaran, spesifikasi Indonesia maupun kepastian produksi Pajero generasi terbaru di Indonesia. Karena itu, informasi bahwa Pajero 2027 akan langsung dijual di Indonesia sebaiknya belum dianggap sebagai kepastian.
Yang sudah dapat dipastikan adalah world premiere akan berlangsung pada 2 September 2026. Setelah peluncuran tersebut, informasi mengenai negara tujuan ekspor, pilihan mesin, harga dan konfigurasi masing-masing pasar kemungkinan akan menjadi lebih jelas.
Bagi pasar Indonesia, Pajero terbaru akan menjadi model yang menarik untuk ditunggu. Mitsubishi tidak hanya menghidupkan kembali sebuah nama legendaris, tetapi juga mengembalikan Pajero ke konstruksi ladder frame dan mempertahankan kemampuan 4WD melalui S-AWC.
Jika strategi tersebut berhasil, Pajero generasi kelima berpotensi menjadi salah satu SUV paling menarik yang kembali ke pasar global pada era ketika banyak SUV mulai bergeser ke konstruksi monokok dan elektrifikasi.
Untuk saat ini, perhatian utama tertuju pada 2 September 2026, ketika Mitsubishi akhirnya membuka seluruh informasi mengenai Pajero generasi kelima kepada publik.

