Bisnis Waralaba Harus Miliki Keunikan agar Berdaya Saing

Sumber Gambar: Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar (arsip foto Dyandra)
Depok, Stapo.id – Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar membagikan pandangan penting mengenai perkembangan industri kemitraan saat ini. Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara konferensi pers menjelang IFRA 2026 di Midaz Senayan Golf Jakarta hari Kamis (20/8).
Menurut Anang, pelaku usaha lokal perlu memahami esensi dasar dari bisnis waralaba agar mampu bersaing secara global. Banyak pengusaha saat ini menjalankan usaha secara asal-asalan tanpa landasan strategi yang kokoh.
Perbedaan Nyata Bisnis Waralaba dan Kemitraan
Anang memaparkan perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut agar pelaku usaha tidak salah kaprah dalam mengambil langkah ekspansi. Konsep bisnis waralaba merupakan sebuah strategi pemasaran matang yang masih menerapkan teori-teori bisnis secara ketat.
Sebaliknya, kemitraan merupakan bentuk kerja sama operasional biasa seperti joint venture, subcontracting, atau kerja sama operasi. Model bisnis waralaba mengenal sistem pengelolaan langsung oleh pemilik atau biasa memakai sistem owner’s operator.
Sementara itu, sistem kemitraan biasanya hanya melibatkan owner’s investor yang cenderung pasif dan hanya menyetor modal. Di berbagai negara maju, konsep investor pasif yang sekadar menaruh uang tanpa keterlibatan aktif hampir tidak ada.
Memaksimalkan Potensi Lokal yang Melimpah
Anang sangat menyayangkan sikap para pengusaha lokal yang sering kali mengabaikan potensi besar dari keunikan kuliner Indonesia. Padahal, wisatawan mancanegara selalu memburu makanan khas nusantara yang autentik saat mereka berkunjung ke tanah air.
Pelaku usaha lokal harus menciptakan keunggulan unik yang sulit kompetitor tiru agar dapat memenangkan persaingan pasar. Indonesia memiliki sejarah inovasi hebat, salah satunya teknik cakar ayam yang memberikan solusi cerdas dalam pembangunan jalan raya.
Melalui inovasi yang tepat, bisnis waralaba nasional tentu memiliki peluang emas untuk menguasai pasar domestik maupun internasional. Pelaku usaha harus berkomitmen menjaga kualitas dan terus mengembangkan keunikan produk mereka mulai sekarang.
Pengembangan industri waralaba tanah air membutuhkan keseriusan dan profesionalisme yang tinggi dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah dan asosiasi perlu bersinergi untuk memberikan edukasi yang berkelanjutan bagi para calon pewaralaba lokal. Dengan langkah strategis yang konsisten, merek-merek Indonesia siap merebut perhatian pasar global di masa depan.

