Kabar

Dividen Sari Roti Capai Rp450 Miliar dan Rencana Bisnis Baru

Ilustrasi Dividen Sari Roti untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Dividen Sari Roti sebesar Rp450 miliar resmi mengalir kepada para pemegang saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Keputusan besar ini lahir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (7/4/2026). Nilai pembagian keuntungan tersebut setara dengan Rp80,04 per lembar saham.

Perseroan mencatatkan performa keuangan yang sangat stabil sepanjang tahun buku 2025. Para pemegang saham menyetujui laporan tahunan direksi serta pengesahan laporan keuangan secara penuh. Emiten produsen roti terbesar di Indonesia ini terus menunjukkan dominasi pasarnya.

Pertumbuhan Pendapatan dan Dividen Sari Roti

Pendapatan bersih perseroan menyentuh angka fantastis Rp3,76 triliun sepanjang tahun lalu. Keberhasilan ini mendukung kepastian pembagian Dividen Sari Roti bagi investor setianya. Perseroan juga mampu menjaga pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pada angka 12,9 persen.

Corporate Secretary ROTI Sri Mulyana memberikan keterangan resmi terkait pencapaian gemilang perusahaan tersebut. Beliau menjelaskan kondisi pasar yang penuh tantangan namun tetap terkendali. Strategi bisnis yang tepat membuat fundamental perusahaan tetap kokoh.

“Sebagai rangkuman kinerja 2025, di tengah tantangan kondisi pasar yang tidak menentu, perseroan berhasil meraih pendapatan bersih sebesar Rp3,76 triliun dengan trajektori pertumbuhan jangka panjang 2010-2025 mampu dipertahankan pada kisaran 12,9% CAGR” ujar Sri Mulyana.

Ekspansi Strategis ke Industri Pakan Ternak

Selain urusan Dividen Sari Roti, rapat tersebut menyepakati perubahan anggaran dasar perusahaan. ROTI kini resmi merambah bisnis baru yakni industri pakan ternak. Mereka akan memanfaatkan limbah roti produksi untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Manajemen melihat peluang besar pada pengolahan produk yang tidak terjual di pasar. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi sekaligus mendongkrak profitabilitas jangka panjang. Fasilitas pabrik mandiri segera beroperasi untuk mendukung lini usaha anyar tersebut.

“Perseroan saat ini bergerak di bidang usaha industri produk roti dan kue, kemudian berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri ransum makanan hewan,” kata manajemen ROTI.

Strategi ini tidak akan mengganggu fokus utama pada industri roti. Perusahaan tetap mengandalkan enam unit bisnis utama sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Diversifikasi ini justru memperkuat posisi mereka di industri makanan nasional.