Lonjakan Pembiayaan Pinjol Capai Rp 100 Triliun

Depok, Stapo.id – Pembiayaan pinjol atau pinjaman daring menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai outstanding pembiayaan menyentuh angka Rp 100,69 triliun. Jumlah ini meningkat sebesar 25,75 persen daripada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan Pembiayaan Pinjol dan Risiko Kredit
Agusman menjelaskan bahwa nilai pembiayaan ini terus merangkak naik setiap bulannya. “Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan per Februari 2026 tumbuh 25,75 persen secara year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp 100,69 triliun,” ujar Agusman. Peningkatan ini membuktikan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis teknologi.
Meskipun tumbuh pesat, risiko kredit macet juga perlu mendapat perhatian khusus. Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 menyentuh angka 4,54 persen. Posisi ini mengalami kenaikan jika kita bandingkan dengan bulan Januari 2026. “Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen,” tambahnya lagi.
OJK terus memantau pergerakan risiko ini agar industri tetap sehat. Pertumbuhan pembiayaan pinjol yang cepat menuntut pengawasan yang lebih ketat. Para pelaku industri perlu menjaga kualitas penyaluran kredit mereka. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital.
Sektor Pergadaian dan Modal Ventura
Selain pembiayaan pinjol, industri pergadaian juga mencatatkan performa luar biasa hebat. Pembiayaan pada sektor ini melonjak hingga 61,78 persen menjadi Rp 152,4 triliun. Mayoritas penyaluran dana berasal dari produk gadai konvensional yang populer. “Pembiayaan terbesar di industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai,” tutur Agusman dengan jelas.
Nilai aset industri pergadaian juga mengalami kenaikan yang cukup konsisten. Aset industri naik dari Rp 171,07 triliun menjadi Rp 182,71 triliun. Perkembangan ini memperkuat posisi lembaga keuangan non-bank dalam perekonomian nasional. Di sisi lain, industri modal ventura tumbuh lebih stabil.
Pembiayaan modal ventura mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,78 persen secara tahunan. Nilai pembiayaan sektor ini berada pada kisaran Rp 16,46 triliun. “Nilai aset industri modal ventura juga meningkat, meski relatif terbatas,” tegas Agusman. Stabilitas aset ini menunjukkan ketahanan sektor pendanaan perusahaan rintisan.
Secara keseluruhan, piutang perusahaan pembiayaan mencapai angka Rp 512,14 triliun. Pembiayaan modal kerja memberikan kontribusi besar dengan kenaikan 8,31 persen. Profil risiko industri pembiayaan tetap berada pada level yang aman. Rasio NPF gross hanya mencapai 2,78 persen per Februari 2026.
