Kabar

Proyek KopDes Merah Putih: PMJS Raih Kontrak Rp10,8 Triliun

Ilustrasi armada transportasi KopDes Merah Putih untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Program KopDes Merah Putih resmi berjalan dengan nilai kontrak pengadaan yang sangat fantastis bagi pelaku industri otomotif nasional.

PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) melalui anak usahanya berhasil meraih kontrak jumbo senilai Rp10,8 triliun.

PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO) akan menyediakan 20.600 unit truk untuk mendukung mobilitas ekonomi desa tersebut.

Kerja sama strategis ini melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pengelola utama program pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Rincian Kontrak Pengadaan Truk Logistik

DIPO merupakan dealer resmi yang mendapat mandat untuk menyalurkan unit kendaraan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.

Kontrak ini mencakup penyediaan armada truk 6 ban serta jaminan layanan purna jual bagi seluruh unit.

Realisasi proyek tersebut berjalan setelah Agrinas menyetorkan uang muka senilai Rp2,84 triliun kepada pihak DIPO.

Selain itu, Bank BNI telah menerbitkan bank garansi guna memperkuat landasan finansial transaksi berskala nasional ini.

Manajemen PMJS menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara mereka dengan pihak Agrinas Pangan Nusantara.

Kehadiran kontrak ini memberikan dampak positif bagi kondisi operasional serta kesehatan finansial perusahaan secara keseluruhan.

Anggaran Masif untuk KopDes Merah Putih

Program KopDes Merah Putih memiliki target yang sangat ambisius dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan dana yang sangat besar.

“Kan anggarannya sudah dikeluarin Rp200 triliun,” ujar Joao saat memberikan keterangan resmi di Jakarta baru-baru ini.

Total kebutuhan kendaraan untuk mendukung operasional program ini mencapai 160.000 unit dari berbagai negara produsen otomotif.

Joao merinci komposisi armada yang terdiri dari merek-merek ternama asal Jepang, China, Korea, hingga India.

“160.000 itu terdiri dari 13.600 itu dari Jepang atau dari Mitsubishi. 10.000 dari Hino dari Jepang, 900 dari Isuzu dari Jepang, foton 13.000 dari China, baru sisanya dari India yang datang,” urainya.

Kendaraan bertipe 4×4 menjadi pilihan utama untuk menghadapi medan jalanan pedesaan yang menantang di Indonesia.

Pihak Agrinas memastikan ketersediaan anggaran tersebut sudah matang demi kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah desa.