Transjakarta Optimalkan Layanan Bus Lewat Teknologi Computer Vision dan AI

Depok, Stapo.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di ibu kota. Dalam ajang BytePlus AI Day Indonesia 2026 yang digelar di Kempinski Jakarta (16/4), Direktur Sistem dan Layanan Teknologi Informasi Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi, mengungkapkan bahwa perusahaan kini mulai meninggalkan pendekatan berbasis intuisi dan beralih ke sistem operasional yang sepenuhnya didukung oleh data.
Melalui platform Simtra Bridge, Transjakarta mengintegrasikan berbagai sumber data untuk menciptakan sistem pengelolaan transportasi yang lebih akurat dan responsif. Salah satu teknologi utama yang diterapkan adalah Computer Vision, yang memanfaatkan ribuan kamera yang telah terpasang di halte, baik kamera analog maupun IP camera dari berbagai vendor.
Implementasi Computer Vision di Halte
Raditya menjelaskan bahwa teknologi ini digunakan untuk melakukan people counting atau penghitungan jumlah penumpang secara real-time. “Kita tarik dan kita terapkan Computer Vision untuk people counting, dan ke depannya untuk demographic analysis dan lain-lain. Data itu langsung dikoneksikan ke data bus timetable, scheduling, dan lain-lain,” ujarnya.
Dengan integrasi tersebut, Transjakarta kini mampu memahami pola pergerakan penumpang secara lebih presisi. Hal ini menjadi solusi atas permasalahan klasik seperti penumpukan penumpang di halte akibat ketidakseimbangan antara jumlah armada dan kebutuhan di lapangan. Data yang terkumpul kemudian diolah dalam sistem untuk menghasilkan rekomendasi operasional yang lebih akurat.
Fitur Automatic Dispatching untuk Efisiensi
Platform Simtra Bridge juga menghadirkan fitur automatic dispatching, yaitu kemampuan sistem untuk mengirim armada bus secara dinamis ke koridor yang membutuhkan berdasarkan data aktual. Dengan pendekatan ini, jumlah bus yang beroperasi setiap hari tidak lagi ditentukan secara manual, melainkan berdasarkan data historis dan kondisi real-time di lapangan.
Selain pengembangan internal, Transjakarta juga memanfaatkan dukungan teknologi dari BytePlus untuk memperkuat ekosistem digital yang dimiliki. Kolaborasi ini memungkinkan integrasi teknologi AI yang lebih canggih guna meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh.
Raditya menegaskan bahwa pemanfaatan AI menjadi kunci utama dalam memastikan layanan transportasi publik berjalan lebih optimal. Dengan sistem berbasis data, armada bus dapat dikerahkan secara tepat waktu sesuai kebutuhan, sehingga waktu tunggu penumpang dapat ditekan secara signifikan.
Transformasi ini menjadi langkah strategis Transjakarta dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Ke depan, pemanfaatan AI dan Computer Vision diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan andal bagi masyarakat Jakarta.
