AI Berburu Judol Perkuat Kolaborasi Komdigi dan Startup

Depok, Stapo.id – Penerapan teknologi AI Berburu Judol menandai babak baru dalam upaya pembersihan ruang digital Indonesia dari praktik perjudian ilegal.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini menggandeng startup lokal untuk memperkuat penanganan judi online yang kian meresahkan masyarakat. Langkah strategis ini melibatkan tim pengembang inovatif yang memiliki kemampuan teknologi tinggi untuk melacak infrastruktur pelaku kejahatan siber.
Tim Software Engineer asal Indonesia baru saja meraih prestasi membanggakan pada ajang OpenAI Codex Hackathon di Singapura. Reynaldo Wijaya Hendry bersama timnya sukses menciptakan aplikasi canggih bernama GambitHunter sebagai solusi pemberantasan judi online secara otomatis.
Keunggulan Teknologi AI Berburu Judol
Sistem AI Berburu Judol ini bekerja melalui dua tahap utama yang sangat efektif dalam mengumpulkan bukti di lapangan. Pertama, teknologi tersebut melakukan eksplorasi mendalam terhadap situs-situs yang mencurigakan di jaringan internet secara luas.
Kedua, agen ekstraksi dalam sistem akan menarik data akurat seperti nomor rekening bank dan nomor telepon pelaku. Teknologi GambitHunter menggunakan model AI Codex yang mampu melakukan registrasi otomatis hingga mengambil bukti tangkapan layar tanpa bantuan manusia.
Menkomdigi Meutya Hafid menilai kolaborasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menjawab persoalan publik. Meutya memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan talenta muda Indonesia yang mampu menciptakan solusi teknologi relevan.
“Inovasi yang dikembangkan oleh Gambit Hunter dan Ambisius Lab menjadi contoh konkret bahwa talenta Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ujar Meutya Hafid.
Komitmen Pemerintah Dukung Inovasi Digital
Pemerintah terus mendorong pengembangan kecerdasan buatan sebagai pilar utama transformasi digital nasional untuk meningkatkan daya saing global. Meutya menjelaskan bahwa pendekatan baru ini menyasar sisi hulu hingga ke level infrastruktur pembayaran situs terlarang.
“Pendekatan seperti ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, yaitu memperkuat penanganan dari sisi hulu hingga ke level infrastruktur, bukan hanya pada konten yang terlihat di permukaan,” tutur Meutya.
Selain memberantas judi online, Komdigi juga melirik sistem kecerdasan buatan untuk menjaga kesehatan ekosistem informasi nasional. Meutya menekankan pentingnya verifikasi berita dari berbagai sumber terpercaya guna meminimalkan dampak negatif informasi palsu di masyarakat.
“Inisiatif pengembangan sistem AI untuk mengkurasi, memverifikasi dan membandingkan berita dari berbagai sumber terpercaya. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat,” kata Meutya.
Meutya menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam sektor teknologi. “Pemerintah dalam hal ini terus mendorong pengembangan AI melalui penguatan inovasi, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, serta pengembangan berbagai use case yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
