Karya Tohpati Jadi Salah Satu Penampilan Paling Emosional di MyBCA International Java Jazz Festival 2026

Sumber Gambar: Penampilan Spesial Tohpati di MyBCA International Java Jazz Festival (arsip stapo.id)
Tangerang, Stapo.id – Maestro gitar Indonesia Tohpati menghadirkan salah satu pertunjukan paling berkesan dalam gelaran MyBCA International Java Jazz Festival 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Minggu, 31 Mei 2026. Melalui konser spesial bertajuk “Karya Tohpati” di Sosro Hall, sang gitaris legendaris mengajak penonton menelusuri perjalanan panjang karier musiknya yang telah melahirkan berbagai karya ikonik lintas generasi.
Pertunjukan ini menjadi retrospektif musikal yang merangkum kiprah Tohpati sebagai gitaris, komposer, arranger, sekaligus salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik jazz Indonesia.
Tidak sendiri, Tohpati menggandeng sejumlah penyanyi muda berbakat seperti Fabrio Asher, Nadhif Basalamah, Mario G. Klau, Meiska Adinda, Prinsa Mandagie, dan Sisca Saras untuk membawakan karya-karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.
Sejak awal pertunjukan, penonton Sosro Hall disuguhkan kombinasi apik antara permainan gitar khas Tohpati yang penuh karakter dengan warna vokal para penyanyi generasi baru. Kolaborasi tersebut menciptakan jembatan antara warisan musikal yang telah dibangun selama puluhan tahun dengan wajah baru industri musik Indonesia saat ini.
Salah satu momen paling monumental dalam konser tersebut hadir ketika Mario G. Klau membawakan lagu “Jejak Langkah yang Kau Tinggalkan”, karya yang dipopulerkan oleh mendiang Glenn Fredly.
Lagu tersebut menjadi salah satu titik emosional tertinggi sepanjang pertunjukan.
Ketika intro lagu mulai dimainkan, suasana Sosro Hall berubah menjadi lebih hening dan penuh penghayatan. Banyak penonton larut dalam nostalgia terhadap sosok Glenn Fredly yang dikenal sebagai salah satu musisi paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. Dengan interpretasi yang penuh emosi, Mario G. Klau berhasil menghadirkan penghormatan yang elegan terhadap lagu yang hingga kini masih memiliki tempat spesial di hati para penikmat musik tanah air.
Bagi tim Stapo.id yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut, “Jejak Langkah yang Kau Tinggalkan” menjadi salah satu lagu paling monumental yang dibawakan malam itu. Lagu tersebut tidak hanya menghadirkan kenangan terhadap karya besar Glenn Fredly, tetapi juga menunjukkan kualitas komposisi Tohpati yang mampu bertahan melintasi zaman dan tetap relevan bagi generasi baru.
Selain itu, Tohpati juga membawakan karya instrumental andalannya seperti “Kahyangan” and “Country” yang memperlihatkan kemampuan gitaris kelahiran 25 Juli 1971 tersebut dalam memadukan unsur jazz fusion, world music, dan teknik permainan gitar kelas dunia.
Fabrio Asher turut memukau penonton melalui lagu “Cinta Kita” dan “Cintai Aku Lagi” yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Sementara itu, Nadhif Basalamah menghadirkan nuansa romantis melalui lagu “Semusim” yang mendapatkan sambutan hangat dari para penonton.
Menjelang akhir pertunjukan, suasana semakin meriah ketika Meiska Adinda, Prinsa Mandagie, dan Sisca Saras tampil bersama membawakan “Panah Asmara”, lagu yang dikenal luas melalui suara Chrisye dan Afgan. Aransemen modern yang dipadukan dengan karakter vokal masing-masing penyanyi membuat lagu tersebut terdengar segar tanpa kehilangan keindahan versi aslinya.
Tohpati Ario Hutomo sendiri dikenal sebagai salah satu gitaris jazz paling berpengaruh di Indonesia.
Gaya bermainnya banyak dipengaruhi oleh gitaris jazz dunia, terutama Pat Metheny, namun berhasil berkembang menjadi karakter musikal yang unik dan mudah dikenali. Selama puluhan tahun, ia telah menghasilkan berbagai karya yang melintasi genre jazz, pop, hingga musik orkestra.
Melalui “Karya Tohpati”, Java Jazz Festival 2026 tidak hanya menghadirkan sebuah konser, tetapi juga sebuah perayaan atas perjalanan panjang seorang maestro yang telah memberikan kontribusi besar bagi musik Indonesia. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa karya-karya Tohpati tetap hidup, terus dinyanyikan, dan mampu menyentuh hati generasi lama maupun generasi baru.
