Kinerja CDIA: Laba Melonjak Drastis Sepanjang Tahun 2025

Depok, Stapo.id – Kinerja CDIA mencatatkan hasil keuangan yang sangat positif sepanjang tahun 2025. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan kenaikan signifikan pada pendapatan dan laba bersih. Perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu ini terus memperkuat posisinya di pasar modal Indonesia. Laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa kuat.
Pendapatan CDIA melonjak sebesar 44,77 persen menjadi US$ 148,03 juta. Sebelumnya perusahaan hanya meraup pendapatan sebesar US$ 102,25 juta pada tahun 2024. Segmen penjualan daya listrik menyumbang kontribusi terbesar bagi keuangan perusahaan. Sektor ini menghasilkan pendapatan sebesar US$ 95,29 juta bagi emiten energi tersebut.
Jasa sewa kapal turut memberikan kontribusi besar senilai US$ 34,63 juta. Selain itu, segmen penjualan bahan bakar menyumbang angka US$ 10,55 juta. CDIA juga memperoleh pemasukan dari sewa tangki, dermaga, hingga gudang logistik. Seluruh lini bisnis ini mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi perusahaan secara menyeluruh.
Pendorong Pertumbuhan Kinerja CDIA Tahun Ini
Beban pokok pendapatan CDIA memang naik 22,71 persen menjadi US$ 112,64 juta. Namun laba kotor perusahaan justru melesat hingga 238,01 persen. Capaian laba kotor mencapai US$ 35,39 juta dari posisi sebelumnya US$ 10,47 juta. Lonjakan ini membuktikan efisiensi operasional perusahaan berjalan dengan sangat baik.
Informasi lebih lanjut mengenai pengembangan bisnis dapat diakses melalui Media Wirausaha Indonesia. Pihak manajemen berhasil mengelola pengeluaran sehingga margin keuntungan tetap terjaga. Strategi diversifikasi bisnis memberikan dampak nyata bagi arus kas perusahaan. Kondisi ini membuat investor optimis terhadap prospek saham emiten tersebut ke depan.
Analisis Laba Bersih dan Aset Perusahaan
Laba bersih CDIA mencatatkan angka fantastis sebesar US$ 121,05 juta. Angka ini melonjak 285,26 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Kenaikan keuntungan bersih lain-lain menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut. Keuntungan bersih lain-lain tumbuh 1.524,04 persen menjadi US$ 76,33 juta.
Pendapatan dari aset keuangan juga memberikan kontribusi positif yang signifikan. Nilainya naik 97,34 persen dari tahun 2024 ke tahun 2025. Laba dari entitas asosiasi pun ikut menguat sebesar 5,09 persen. Total aset perusahaan kini mencapai US$ 1,74 miliar hingga akhir periode. Ekuitas perusahaan tercatat sebesar US$ 1,14 miliar dengan liabilitas yang tetap terkendali.
