Otomotif

Angkot Listrik D10A Siap Mengaspal, Wajah Baru Transportasi Umum Kota Depok

Ilustrasi stasiun pengisian daya kendaraan listrik umum dengan latar belakang siluet kota modern

Sumber Gambar: Diskominfo Kota Depok

Depok, Stapo.id – Pemerintah Kota Depok bersiap menghadirkan babak baru bagi transportasi umum perkotaan melalui pengoperasian angkutan kota (angkot) listrik pada trayek D10A yang menghubungkan Terminal Terpadu Depok dengan Terminal Jatijajar melalui kawasan Grand Depok City (GDC). Kehadiran armada baru ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi angkutan umum agar lebih nyaman, modern, sekaligus ramah lingkungan.

Sebelumnya, trayek D10A dilayani oleh Mikrotrans berbasis Wuling Confero yang dilengkapi pendingin udara (AC). Layanan tersebut mulai beroperasi sebagai angkutan perkotaan modern dengan sistem pembayaran non tunai dan menawarkan kenyamanan yang berbeda dibanding angkot konvensional. Namun, operator PT Commuter Anak Bangsa (CAB) menghentikan operasional layanan tersebut mulai 2 Mei 2026 setelah melakukan evaluasi terhadap tingginya biaya operasional yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah penumpang. Tarif yang sempat naik hingga Rp9.000 juga belum mampu menutup biaya operasional kendaraan berbahan bakar bensin.

Meski layanan Wuling Confero tersebut berhenti, Pemerintah Kota Depok memastikan trayek D10A tidak akan ditutup. Sebaliknya, trayek tersebut akan dihidupkan kembali menggunakan armada angkot listrik yang diklaim lebih efisien dari sisi operasional serta mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi karoseri PT Asian Auto International (AII) di Sentul, Kabupaten Bogor, untuk memastikan kesiapan armada sebelum resmi beroperasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek keselamatan kendaraan, kualitas kabin, fasilitas penumpang, hingga kesiapan operasional secara keseluruhan.

Trayek D10A tetap mempertahankan rute strategis yang menghubungkan Terminal Terpadu Depok, kawasan Grand Depok City (GDC), hingga Terminal Jatijajar. Jalur tersebut menjadi salah satu koridor penting karena melayani mobilitas masyarakat menuju kawasan permukiman, pusat pemerintahan, area komersial, serta terintegrasi dengan layanan Kereta Commuter Line di Stasiun Depok Baru.

Pemerintah Kota Depok menyebut armada baru ini tidak sekadar mengganti kendaraan lama, tetapi menghadirkan standar pelayanan yang lebih baik. Angkot listrik D10A akan dilengkapi pendingin udara, kabin yang lebih lega, pintu otomatis, kursi prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, serta interior yang dirancang menyerupai layanan mikrotrans modern di kota-kota besar. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Selain meningkatkan kenyamanan, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi solusi untuk menekan biaya operasional. Sebelumnya, penggunaan bahan bakar fosil menjadi salah satu penyebab tingginya biaya operasional angkot AC berbasis Wuling Confero. Dengan beralih ke kendaraan listrik, biaya energi dan perawatan diharapkan lebih rendah sehingga tarif angkutan dapat dijaga tetap terjangkau bagi masyarakat. Dishub Depok sebelumnya juga menyampaikan harapan agar tarif layanan nantinya dapat dibuat lebih kompetitif dibanding sebelumnya.

Langkah elektrifikasi angkutan umum tersebut juga sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari pengurangan emisi karbon sektor transportasi. Pemerintah pusat melalui berbagai regulasi terus mendorong penggunaan kendaraan listrik baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum, termasuk pembangunan ekosistem pengisian daya dan insentif bagi industri otomotif.

Bagi Kota Depok, pengoperasian angkot listrik D10A menjadi lebih dari sekadar pergantian armada. Program ini menjadi bagian dari transformasi transportasi perkotaan menuju sistem yang lebih aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan. Jika implementasinya berjalan baik, bukan tidak mungkin konsep serupa akan diperluas ke trayek-trayek angkutan kota lainnya sehingga wajah transportasi umum di Depok dapat berubah secara bertahap menuju layanan yang lebih modern dan mampu bersaing dengan penggunaan kendaraan pribadi.