Kabar

Perluasan Rute Bus Listrik Kabupaten Bogor Disiapkan hingga Margo City dan Pakansari

Ilustrasi konsep bus listrik perkotaan ramah lingkungan sebagai transportasi publik modern

Sumber Gambar: Portal Resmi Kabupaten Bogor

Depok, Stapo.id – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mematangkan pengembangan layanan bus listrik sebagai transportasi publik ramah lingkungan. Setelah menjalani masa uji coba selama tiga bulan pada koridor Bojonggede-Sentul City, pemerintah kini menyiapkan perluasan jaringan layanan ke sejumlah kawasan strategis, termasuk Stadion Pakansari, Margo City di Kota Depok, hingga kawasan Citeureup.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor untuk membangun sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dengan moda lain, khususnya KRL Commuter Line, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pengembangan koridor baru tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan angkutan umum yang telah lebih dahulu beroperasi.

Sebagaimana dikutip dari ANTARA, Rudy mengatakan pihaknya meminta Dinas Perhubungan berkomunikasi terlebih dahulu dengan para pengusaha angkutan sebelum membuka trayek baru.

“Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal,” ujar Rudy Susmanto.

Dari Uji Coba Menuju Operasional Permanen

Layanan bus listrik Kabupaten Bogor pertama kali diluncurkan pada April 2026 dan melayani koridor Terminal Bojonggede-Sirkuit Sentul-Sentul City. Koridor ini dipilih karena tingginya aktivitas masyarakat yang menggunakan Stasiun Bojonggede sebagai pintu masuk menuju Jakarta melalui KRL Commuter Line.

Dalam rilis resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan langkah awal menuju sistem transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.

“Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy sebagaimana dikutip dalam laman resmi Pemkab Bogor.

Selama masa uji coba, empat unit bus listrik dioperasikan dengan sejumlah titik pemberhentian strategis, termasuk AEON Mall Sentul dan halte penghubung menuju layanan Transjabodetabek. Pemerintah kemudian melakukan evaluasi terhadap jumlah penumpang, biaya operasional, efektivitas rute, hingga potensi pengembangan jaringan sebelum memasuki tahap operasional permanen.

Pakansari dan Margo City Masuk Kajian

Selain koridor menuju Citeureup yang sedang dikaji, Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuka peluang pengembangan trayek menuju Stadion Pakansari dan Margo City di Kota Depok.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Pemerintah Kabupaten Bogor yang menyebut beberapa koridor potensial untuk pengembangan layanan bus listrik. Rute yang dipertimbangkan antara lain menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor, Stadion Pakansari, Margo City, hingga kawasan Puncak.

Apabila direalisasikan, koridor menuju Margo City akan menjadi salah satu jalur strategis karena menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dengan kawasan komersial serta simpul transportasi di Kota Depok. Sementara koridor menuju Stadion Pakansari diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan olahraga, perkantoran, dan pusat pelayanan publik Kabupaten Bogor.

Terintegrasi dengan Transportasi Massal

Konsep yang dikembangkan Pemkab Bogor tidak sekadar menghadirkan armada baru, tetapi membangun sistem transportasi yang saling terhubung.

Koridor awal dirancang sebagai layanan pengumpan (feeder) menuju Stasiun Bojonggede yang setiap hari melayani puluhan ribu penumpang KRL. Dengan tersedianya bus listrik, masyarakat di kawasan Sentul dan sekitarnya diharapkan dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Dalam keterangan resminya, Pemkab Bogor juga menyatakan apabila respons masyarakat positif, jumlah armada akan ditambah melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga layanan dapat beroperasi secara permanen.

Ramah Lingkungan dan Lebih Nyaman

Selain mendukung pengurangan emisi karbon, penggunaan bus listrik juga menawarkan tingkat kenyamanan yang lebih baik dibanding angkutan konvensional. Kendaraan listrik memiliki tingkat kebisingan lebih rendah, bebas emisi gas buang langsung, serta biaya energi yang lebih efisien dalam jangka panjang.

Pengembangan layanan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong elektrifikasi transportasi publik di berbagai daerah. Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang mulai mengimplementasikan konsep tersebut sebagai bagian dari transformasi menuju sistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

Meski demikian, hingga awal Agustus 2026 perluasan rute menuju Margo City, Pakansari, maupun Citeureup masih berada pada tahap kajian dan evaluasi. Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pembukaan koridor baru akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil uji coba, kebutuhan masyarakat, kesiapan anggaran, serta koordinasi dengan operator angkutan umum yang telah beroperasi lebih dahulu.