Otomotif

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Mulai Beroperasi, Tarif Rp5.000

Ilustrasi jalur rel layang transportasi publik modern perkotaan yang futuristik dan bersih

Sumber Gambar: jakarta.go.id

Depok, Stapo.id – LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai memasuki babak baru pada akhir Agustus 2026 setelah pembangunan jalur Velodrome-Manggarai diselesaikan dan layanan mulai dipersiapkan untuk melayani masyarakat. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan dan menjadi perluasan penting jaringan transportasi publik ibu kota.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi pada akhir Agustus. Dalam siaran pers pada 13 Agustus, Pemprov DKI menyebut progres pembangunan LRT Velodrome-Manggarai telah mencapai 97,9 persen dan pekerjaan difokuskan pada persinyalan serta penyelesaian fasilitas pendukung.

Namun, terdapat perkembangan penting setelah target tersebut. Pemprov DKI pada 26 Agustus menyatakan peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai ditunda untuk memberikan waktu penyempurnaan sejumlah fasilitas dan layanan, terutama berkaitan dengan aspek inklusivitas. Meski demikian, penundaan acara peresmian tidak mengubah agenda pengembangan koridor tersebut.

Membentang 12,2 Kilometer dengan 11 Stasiun

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai merupakan gabungan lintasan yang sebelumnya telah beroperasi dari Kelapa Gading menuju Velodrome dengan pembangunan Fase 1B Velodrome-Manggarai sepanjang sekitar 6,4 kilometer.

Secara keseluruhan, lintasan Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dan 11 stasiun. Stasiun tersebut terdiri atas Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi dan Manggarai. Daftar tersebut dikonfirmasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengumuman resmi terkait layanan koridor baru.

Kehadiran stasiun Manggarai menjadi salah satu aspek paling strategis karena kawasan ini merupakan simpul transportasi yang mempertemukan sejumlah moda.

Stasiun LRT Manggarai akan terintegrasi dengan Stasiun Manggarai KRL Commuter Line, Halte Transjakarta Manggarai dan layanan KA Bandara. Pemprov DKI menilai integrasi tersebut dapat memperkuat fungsi Manggarai sebagai salah satu pusat perpindahan penumpang di Jakarta.

5

Tarif Awal Rp5.000

Untuk tahap awal pengoperasian, Pemprov DKI menetapkan tarif flat Rp5.000 sekali perjalanan. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan pada lintasan Kelapa Gading-Manggarai.

Kebijakan tarif tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, terutama untuk perjalanan yang menghubungkan kawasan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Sebelumnya, pemerintah juga memberikan berbagai program tarif khusus transportasi umum dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia. Kementerian Perhubungan menyebut LRT Jakarta termasuk moda yang mendapatkan tarif khusus dalam program tersebut.

Operasional hingga Tengah Malam

Pemprov DKI sebelumnya merencanakan layanan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Kapasitas satu rangkaian diproyeksikan mencapai sekitar 275 penumpang.

Pada tahap awal, jumlah penumpang diperkirakan sekitar 60.000 orang per hari dan dapat meningkat hingga sekitar 80.000 penumpang per hari ketika kondisi operasional telah normal.

Angka tersebut menunjukkan bahwa LRT Jakarta tidak hanya ditujukan sebagai moda transportasi tambahan, tetapi juga diharapkan mengambil peran dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Fase 1B Jadi Kunci Perpanjangan ke Manggarai

Pembangunan Velodrome-Manggarai merupakan Fase 1B LRT Jakarta. Sebelum proyek tersebut selesai, layanan LRT Jakarta Fase 1A hanya menghubungkan Kelapa Gading dengan Velodrome.

Pembangunan lintasan baru sepanjang 6,4 kilometer tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp12,1 triliun. Pemprov DKI menyebut rangkaian pengujian dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro sebelum layanan dibuka untuk masyarakat. Pengujian mencakup uji jalur, persinyalan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum hingga safety assessment.

Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta sebelumnya juga telah mengikuti trial run LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional lintasan baru.

Manggarai Diproyeksikan Menjadi Simpul Transportasi Baru

Masuknya LRT ke Manggarai memiliki arti lebih besar dibanding sekadar penambahan satu stasiun.

Kawasan Manggarai telah menjadi titik penting perjalanan komuter karena dilayani KRL Commuter Line. Dengan hadirnya LRT, penumpang dari Kelapa Gading dan sejumlah kawasan Jakarta Timur dapat memiliki alternatif perjalanan menuju kawasan Jakarta Selatan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Pemprov DKI juga melihat potensi pengembangan Transit Oriented Development atau TOD di sekitar Manggarai. Dengan semakin banyaknya moda yang berhenti di kawasan tersebut, aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat berpotensi ikut berkembang.

Konektivitas antarmoda menjadi semakin penting karena Jakarta terus mendorong integrasi antara LRT, MRT, Transjakarta, KRL dan layanan kereta lainnya.

LRT Akan Terus Diperluas

Beroperasinya Kelapa Gading-Manggarai bukan akhir dari rencana pengembangan LRT Jakarta.

Pemprov DKI telah menyampaikan rencana pengembangan konektivitas lebih lanjut, termasuk kemungkinan menghubungkan Kelapa Gading dengan Jakarta International Stadium (JIS) serta memperpanjang jaringan dari kawasan Velodrome menuju Halim, yang terhubung dengan layanan kereta cepat Whoosh.

Jika pengembangan tersebut terealisasi, jaringan LRT Jakarta akan memiliki peran lebih besar sebagai penghubung antarkawasan sekaligus bagian dari ekosistem transportasi publik Jabodetabek.

Bagi masyarakat, manfaat terbesar bukan hanya bertambahnya satu jalur kereta, tetapi semakin banyaknya pilihan perjalanan yang dapat dilakukan dengan kombinasi berbagai moda.

Dengan demikian, LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi salah satu proyek penting dalam transformasi transportasi Jakarta. Meski acara peresmian pada 26 Agustus 2026 ditunda, Pemprov DKI memastikan penundaan tersebut berkaitan dengan penyempurnaan fasilitas dan tidak mengubah agenda pengembangan koridor. Jadwal peresmian baru akan diumumkan setelah ditetapkan.