Unik dan Ramah Lingkungan, Si Paling Padang Keliling Jadi Sorotan di IFRA 2026

Sumber Gambar: SIPALING PADANG KELILING Tunjukkan Contoh Model Jualan Dengan Bajaj Listrik di IFRA 2026 (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Ajang pameran waralaba IFRA 2026 di ICE BSD menghadirkan berbagai inovasi kuliner unik. Salah satu brand yang menarik perhatian pengunjung adalah SIPALING PADANG KELILING. Usaha ini menawarkan konsep kuliner ramah lingkungan dengan mobilitas tinggi. Mereka memperkenalkan diri sebagai pelopor bisnis Nasi Padang Keliling pertama di Indonesia. Konsep Nasi Padang Keliling ini memanfaatkan kendaraan ramah lingkungan untuk menjangkau konsumen.
Menurut laporan dari Stapo.id, brand ini menggunakan armada sepeda listrik hingga bajaj listrik ikonik. Jangkauan operasional mereka telah mencakup Surabaya, Bandung, Jogja, Solo, hingga wilayah Jabodetabek. Namun, pihak pengelola belum menyediakan layanan untuk wilayah Bogor saat ini. Kendaraan listrik tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan karena bebas emisi gas buang.
Keunggulan Paket Bisnis Nasi Padang Keliling
Calon investor dapat memilih dua skema kemitraan utama, yaitu reguler dan autopilot. Galih selaku perwakilan marketing menjelaskan perbedaan mendasar dari kedua paket usaha tersebut. “Reguler itu urus sendiri, Pak. Kalau autopilot dari kita. Dari karyawan, masak, segala macam dari kita semua,” ujar Galih saat menjelaskan sistem operasionalnya. Skema ini memberikan fleksibilitas penuh bagi mitra dalam mengelola usaha kuliner mereka.
Untuk investasi tipe Sipaling Bajuri atau armada bajaj, nilainya mulai dari Rp 85 juta. Model bajaj reguler membutuhkan modal Rp 85 juta hingga Rp 93 juta. Sementara itu, model bajaj autopilot memerlukan investasi sekitar Rp 120 juta hingga Rp 130 juta. Mitra juga dapat memilih model sepeda listrik yang lebih terjangkau.
Investasi jenis sepeda listrik atau Sipaling Selis reguler memerlukan dana Rp 37 juta hingga Rp 45 juta. Sedangkan untuk tipe selis autopilot, nilai investasinya mencapai Rp 65 juta hingga Rp 75 juta. Perusahaan menawarkan potensi pengembalian modal yang cukup cepat bagi calon mitra. Biaya operasional armada listrik ini juga jauh lebih murah daripada bensin konvensional.
Evaluasi Hasil Pameran Kemitraan IFRA 2026

Meskipun menawarkan konsep unik, Galih mengakui adanya penurunan kepadatan pengunjung pada pameran kali ini. Trafik pengunjung pameran tahun ini terasa lebih stabil namun tidak sepadat periode sebelumnya. Ia membandingkan hasil saat ini dengan pencapaian luar biasa pada pameran terdahulu.
“Sebenarnya kalau boleh jujur, standar sih. Karena gini, kita pernah pameran yang tiga hari itu closing-nya 88 mitra di Jabodetabek. Kali ini traffic-nya ada jeda,” ungkap Galih secara terbuka. Walaupun demikian, antusiasme masyarakat terhadap konsep usaha unik ini tetap terlihat cukup baik. Terbukti ada sepuluh mitra baru yang langsung bergabung selama tiga hari pameran.
Kehadiran konsep Nasi Padang Keliling ini membuktikan bahwa inovasi kuliner tradisional terus berkembang mengikuti zaman. Penggunaan armada listrik juga memberikan solusi operasional yang lebih hemat bagi para pengusaha baru. Langkah ini dapat menjadi alternatif bisnis kuliner yang menjanjikan di masa depan.
Bagi anda tertarik dengan konsep Makanan Padang keliling mulai dari penggunaan sepeda listrik atau bajaj listrik bisa menghubungi di 08212134015 / 08212134016 / 08212134017

