TEI
TEI
Bisnis

Cerita Margo di ICX 2026: Meracik Kopi dengan Cinta dan Semangat Inklusi

Ilustrasi Egoamote Coffee untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Stan Egoamote Coffee Saat Menyapa Para Pencinta Kopi di Ajang Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, JICC Senayan, Jakarta (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Pameran kopi Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 berlangsung meriah di JICC Senayan Jakarta. Ajang bergengsi tersebut menghadirkan berbagai jenama kopi lokal berprestasi. Stan Egoamote Coffee mencuri perhatian banyak pengunjung pameran sepanjang tanggal 4 hingga 6 September 2026.

Maria Goreti Yulias atau Margo memimpin bisnis kopi inspiratif ini dengan penuh dedikasi. Margo merintis Egoamote Coffee dengan membawa filosofi cinta yang mendalam dari bahasa Latin. Nama unik ini bermakna “aku mencintaimu” sebagai landasan utama dalam menyajikan setiap cangkir kopi.

Filosofi Cinta dari Egoamote Coffee

Margo menjelaskan bahwa rasa cinta terhadap pekerjaan merupakan kunci utama untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Beliau selalu berusaha menyajikan kopi terbaik dengan penuh kasih sayang kepada para pelanggan setianya. “Kalau dalam kopi kita mencintai apa yang kita kerjakan, pasti kita memberikan yang terbaik. Kalau sudah mencintai, pasti memberikan segalanya dan memberikan yang terbaik,” ujar Margo saat menemui pengunjung dan tim stapo.id.

Meskipun baru berusia satu tahun, merek EGOAMOTE ini memiliki pondasi bisnis yang sangat kuat. Margo sendiri telah menekuni industri kopi nasional sejak tahun 2017 silam. Beliau membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi langkahnya untuk terus produktif dan mandiri.

Egoamote Coffee memilih area kantin Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat sebagai basis operasional utama. Lokasi strategis ini menjadi pusat aktivitas kreatif dan ramah disabilitas bagi seluruh tim kerja. Kru difabel mengelola operasional harian kedai ini secara mandiri dengan penuh semangat kerja tinggi.

Keunikan Menu dan Program Edukasi

Kedai ramah disabilitas ini menyajikan berbagai menu unik tanpa bahan pengawet berlebih untuk menjaga kesehatan pelanggan. Mereka menawarkan menu khas seperti Kopi Lada Hitam Rempah dan Jungle Lush Nitro Coffee dengan campuran buah segar. Pengunjung juga dapat menikmati cita rasa kopi Lewara dari Sulawesi Tengah serta kopi Manglayang dari Jawa Barat.

Selain menyajikan kopi sehat, kedai ini juga menyelenggarakan program edukasi bertajuk “Rakopi”. Program menarik tersebut meliputi tur museum sejarah kopi, praktik meracik, hingga kelas bahasa isyarat bagi pengunjung. Inisiatif kreatif ini bertujuan untuk mempererat interaksi sosial dan menciptakan ruang inklusif bagi semua kalangan.

Kehadiran Margo pada ajang ICX 2026 berhasil menginspirasi banyak pelaku usaha dan masyarakat luas. “Saya berusaha menjalankan hari-hari supaya produktif daripada diam saja,” tutur Margo merendah di akhir wawancara. Kisah perjuangan ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi mampu menembus batas keterbatasan fisik untuk menghasilkan karya nyata dan tentunya cita rasa serta kemampuan meracik kopi tidak kalah dengan merek kopi terkenal.