Bisnis

3 Dekade Ozzy Batik: Resep Eksis dari Pekalongan ke Pasar Modern

Ilustrasi Ozzy Batik Pekalongan untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Inovasi Kontemporer Ozzy Batik Pekalongan di Halal Indo Expo 2026 (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Ozzy Batik Pekalongan memeriahkan ajang pameran Halal Indo Expo 2026 di ICE BSD Tangerang. Jenama legendaris asal Jawa Tengah ini menyuguhkan deretan busana kontemporer berkarakter kuat. Sejak berdiri pada tahun 1995, Ozzy Batik konsisten mengeksplorasi estetika visual tanpa meninggalkan akar tradisi lokal.

Perusahaan terus mempertahankan eksistensi bisnis selama tiga dekade melalui inovasi rancangan yang adaptif. Selly selaku perwakilan Ozzy Batik Pekalongan menjelaskan bahwa pemilihan warna berani menjadi identitas utama karya mereka. “Kami buat temanya yang kontemporer. Ciri khas Pekalongan itu warnanya mencolok dan cerah,” ujar Selly saat memberikan keterangan di lokasi acara.

Sentuhan Teknik Gesek dan Eksklusivitas Motif

Koleksi ini mengandalkan teknik batik proses yang memadukan metode gesek, canting tulis, dan cap manual. Pendekatan tersebut melahirkan corak abstrak yang dinamis layaknya seri motif Tebing Batu. Selly menegaskan bahwa perajin memproduksi sehelai kain secara teliti sehingga menghasilkan karya yang otentik. “Saya bikin satu-satu jadi jarang ada yang sama,” tambahnya.

Komitmen Ozzy Batik Pekalongan pada Industri Hijau

Ozzy Batik Pekalongan juga mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam rantai produksinya. Mereka mengoptimalkan efisiensi air, penggunaan bahan pewarna ramah lingkungan, serta pengelolaan energi secara bertanggung jawab. Jenama ini mematok harga produk mulai Rp200 ribu hingga busana premium seharga Rp5 juta. Selain busana wanita, jenama ini juga meluncurkan kemeja unisex melalui label Sesa BI.

Langkah Ozzy Batik Pekalongan membuktikan bahwa wastra tradisional nusantara mampu bertransformasi mengikuti selera pasar modern tanpa kehilangan identitas aslinya. Keberanian memadukan teknik manual unik serta prinsip industri hijau membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Inisiatif ini patut menjadi rujukan strategis bagi wirausaha lokal dalam menjaga relevansi produk budaya di kancah industri fesyen global.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.