Kabar

Hari Ketiga Halal Indo 2026 Semakin Marak, Inovasi IKM dan Modest Fashion Lokal Jadi Magnet Pengunjung

Susunan kain tekstil modest fashion dan aksesoris kerajinan lokal dengan pencahayaan editorial lembut

Tangerang, 26 September 2026 – Memasuki akhir pekan, penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 pada hari ketiga semakin semarak. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan publik yang mengeksplorasi beragam inovasi produk dari sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) hingga perkembangan ekosistem modest fashion nasional. Berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Halal Indo 2026 menjadi ruang pertemuan antara tren gaya hidup masyarakat dengan kreativitas pelaku usaha lokal, sekaligus menghadirkan pengalaman yang memadukan unsur bisnis, edukasi, dan hiburan.

Memasuki hari ketiga, panggung Halal Connect menghadirkan berbagai sesi edukasi interaktif yang mengangkat isu gaya hidup, kewirausahaan, hingga peluang bisnis halal. Salah satunya melalui sesi “From Faith to Business: Building a Halal Life & Legacy” yang menghadirkan tokoh publik Dimas Seto dan Dhini Aminarti. Eksplorasi mengenai bisnis halal juga hadir melalui sesi “Beyond the Label: Exploring the World of Halal Business” bersama Annisa Swafira, CEO Lokasaji, dan kreator Almeyda Nayara. Sementara itu, perspektif generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi dibahas dalam sesi “How Gen Z Can Survive in This Economy” bersama Tyas Ayu.

Tak hanya melalui panggung edukasi, semangat inovasi juga terasa kuat di area pameran yang menjadi etalase perkembangan IKM dan modest fashion Indonesia. Para pelaku usaha lokal menampilkan kreativitas melalui beragam koleksi busana muslim kontemporer, material berkualitas, serta produk gaya hidup yang mengedepankan perpaduan antara estetika, fungsi, dan nilai-nilai halal.

Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita, mengatakan bahwa momentum akhir pekan menjadi kesempatan penting untuk memperluas eksposur produk IKM dan jenama fesyen lokal sekaligus mempertemukannya secara langsung dengan konsumen.

“Antusiasme pengunjung di hari ketiga ini menunjukkan bahwa inovasi dari produk IKM dan lini modest fashion kita memiliki daya tarik pasar yang sangat kuat. Melalui Halal Indo 2026, kami berupaya menyediakan panggung yang inklusif agar kreativitas pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan keseharian dan preferensi konsumen domestik, sekaligus menjadi stimulus bagi perputaran ekonomi kreatif,” ujar Ismi.

Geliat sektor modest fashion yang terlihat sepanjang penyelenggaraan Halal Indo 2026 juga sejalan dengan visi strategis yang disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada hari pembukaan. Dalam pidatonya, Agus menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia dan menempati posisi pertama secara global untuk sektor modest fashion . Dengan populasi sekitar 252,8 juta penduduk muslim, Indonesia memiliki basis konsumen yang besar sekaligus menjadi kekuatan penting bagi pengembangan industri halal nasional.

“Posisi kita cukup kuat, peringkat pertama untuk modest fashion dan peringkat ketiga untuk makanan halal. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki pasar yang besar, tetapi juga telah memiliki pijakan yang kuat. Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia,” urai Agus Gumiwang.

Menerjemahkan visi tersebut ke dalam area pameran, inovasi IKM dan pelaku usaha modest fashion sukses menjadi magnet utama pengunjung. Berbagai jenama lokal dan binaan IKM memamerkan koleksi unggulan mereka, mulai dari busana siap pakai ( ready-to-wear ), hijab, hingga aksesori yang menggabungkan estetika tren modern dengan nilai-nilai kepatuhan syariat. Kehadiran produk-produk ini membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki daya saing kualitas, material, dan desain yang siap memenuhi selera pasar, baik di tingkat domestik maupun global.

Memasuki akhir pekan, geliat pengunjung juga semakin terasa melalui berbagai program dan aktivasi. Pengunjung memburu promo dari berbagai brand yang menawarkan harga spesial yang ekslusif dihadirkan di Halal Indo 2026. Pengalaman eksplorasi pameran semakin menarik dengan hadirnya Halal Passport, yang mengajak pengunjung bersama keluarga maupun kerabat menyelesaikan misi di sejumlah area stan untuk mendapatkan hadiah eksklusif harian.Di sisi lain, para pembuat konten dan pelaku jasa titip (jastip) kian gencar memaksimalkan kunjungan mereka untuk bersaing di ajang Creator of the Day dan Jastiper All yang semakin kompetitif mendekati akhir pameran. Momen ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk merencanakan perjalanan ibadah melalui penawaran khusus dari AMI Tour, mulai dari potongan harga pendaftaran haji dan umrah hingga giveaway tiket penerbangan.

Halal Indo 2026 masih akan berlangsung hingga hari terakhir pada 27 September 2026 di ICE BSD City. Informasi lebih lanjut mengenai program dan peserta pameran dapat diakses melalui Instagram @halalindoexpo serta situs resmi halalindo.com.

***

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kesebelas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication (Dyacomm), PT Fasen Creative Quality (Quad), PT Visicita Imaji Semesta (Visicomm), PT Idea Besar Komunika (Ideacomm), PT Visi Sarana Media Digital (Underlined), PT Dyan Mas Entertainment (DME Asia), dan PT Dyandra Global Edutainment.

Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Rini Ayu press.id@dyandra.com +6285781189889

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.