Kabar

Wakil Ketua MPR: Ketahanan Energi Jadi Kunci Utama Stabilitas Nasional

Ilustrasi ketahanan energi untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Wakil Ketua MPR Republik Indonesia Eddy Soeparno di Sarasehan Vol III Politeknik Negeri Jakarta (Foto: stapo.id)

Depok, Stapo.id – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi sebagai pilar kedaulatan negara. Beliau menyampaikan gagasan ini dalam acara Sarasehan Vol III di Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Kamis (1/10). Menurutnya, kemandirian energi menjadi fondasi utama bagi pertahanan dan kesejahteraan masyarakat luas. Oleh karena itu, sinergi antara dunia vokasi dan industri menjadi kebutuhan mutlak saat ini.

Eddy mengaitkan hal ini dengan amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945 mengenai kemakmuran rakyat. Beliau mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus menganut prinsip berkelanjutan untuk kepentingan bersama. “Karena itu, ketika kita bicara mengenai ketahanan energi, kita sedang berbicara mengenai ketahanan ekonomi, ketahanan industri, ketahanan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya jalan mencapai kesejahteraan masyarakat,” ujar Eddy.

Tantangan Trilema dalam Menjaga Ketahanan Energi

Saat ini, tantangan global seperti konflik geopolitik di Timur Tengah mengancam pasokan komoditas dunia. Perang Rusia-Ukraina juga memicu ketidakpastian pengiriman bahan bakar dan mengganggu rantai pasok pangan global. Eddy menjelaskan situasi ini melahirkan tantangan besar yang bernama trilema energi. Pemerintah Indonesia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebesar 8% di tengah situasi ini.

Sektor pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan inovasi baru demi menjawab tantangan tersebut. Eddy memaparkan tiga aspek utama trilema energi yang harus Indonesia hadapi secara bersamaan. “Pertama, kita harus mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan target pemerintah sebesar 8%. Kedua, kita harus memiliki ketahanan energi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut. Ketiga, bagaimana kita melaksanakan pertumbuhan ekonomi dan menjaga ketahanan energi agar tetap berada dalam platform keberlanjutan,” jelas Eddy.

Potensi Sumber Daya dan Masa Depan Vokasi

Meskipun menghadapi ketidakpastian global, Indonesia sebenarnya memiliki modal berharga berupa cadangan batu bara yang melimpah. Produksi batu bara nasional mencapai 800 juta ton per tahun dan dapat mencukupi kebutuhan hingga 50 tahun. Melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan riset vokasi, Indonesia berpotensi keluar dari ketergantungan energi impor. Sinergi yang kuat akan mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih tanpa mengorbankan pembangunan.

Eddy meyakini bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Langkah taktis ini sangat krusial untuk mencegah inflasi akibat kenaikan harga minyak bumi dunia. Peningkatan mutu lulusan sekolah vokasi menjadi kunci utama untuk membangun kedaulatan bangsa secara berkelanjutan. “Memperkuat ketahanan energi pada akhirnya akan membantu ekonomi, dan saya mengategorikannya bahwa ketahanan energi adalah ketahanan nasional,” pungkasnya.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.