Insight

Formula Jack Ma ala Eko Putro Sandjojo: Kiat Lulusan Vokasi PNJ Taklukkan Usia 20 dan 30-an

Ilustrasi Lulusan Vokasi untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Akselerasi Reindustrialisasi: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Periode 2016-2019, Eko Putro Sandjojo Memberikan Pandangan Mendalam Mengenai Peran Vital Lulusan Vokasi Dalam Memutus Rantai Jebakan Pendapatan Menengah (middle-income trap) Pada Acara Sarasehan Vol. III di Politeknik Negeri Jakarta, Kamis (1/10). (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Periode 2016-2019, Eko Putro Sandjojo, membagikan pandangannya dalam Sarasehan Vol III di Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta, Kamis (1/10). Ia menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan teknis terapan bagi generasi muda. Kesiapan kompetensi praktis menjadi penentu utama dalam memenangkan persaingan kerja industri global.

Alumni Politeknik Negeri Jakarta/PNJ (dahulu Politeknik Universitas Indonesia) angkatan 1983 jurusan Teknik Elektro ini mendorong mahasiswa agar memupuk rasa percaya diri yang tinggi. Lulusan vokasi memiliki keunggulan kompetitif nyata berkat pelatihan operasional alat industri secara langsung. Industri manufaktur modern senantiasa mencari tenaga terampil yang mampu menghadirkan pemecahan masalah praktis di lapangan kerja.

“Saya punya rasa ingin kompetitif, bukan minder. Karena dulu melihat alat-alatnya, mungkin mereka tidak mendapatkannya, tetapi di sini saya dilatih dan bisa membuat hal baru dari alat-alat ini,” ungkap Eko di hadapan peserta. Ia menambahkan, “Buktikan rasa itu menjadi semangat ingin berkompetisi, ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kalian bisa,”.

Peran Strategis Lulusan Vokasi dalam Reindustrialisasi

Eko menguraikan urgensi reindustrialisasi demi membebaskan Indonesia dari perangkap negara berpendapatan menengah. Saat ini pendapatan per kapita nasional berada pada angka 5.500 dolar AS. Peran lulusan vokasi sangat vital dalam memperkuat rantai pasok industri bernilai tambah guna mengejar target pendapatan di atas 14.000 dolar AS.

Struktur perekonomian saat ini masih terlalu mengandalkan ekspor komoditas mentah tanpa pengolahan hilir. “Jika mayoritas gaji UMP masih sekitar 5-6 juta rupiah, Indonesia tidak akan pernah mencapai status high income country,” tegasnya. Sektor manufaktur masa depan menuntut kenaikan produktivitas agar mampu memberi standar upah layak hingga 20 juta rupiah.

Sektor kelistrikan juga memegang peran penting dalam memacu laju industrialisasi nasional. Indonesia memerlukan pasokan daya listrik hingga 600 gigawatt untuk menyokong status negara maju. Kebutuhan tersebut menuntut ekspansi pembangkit hingga enam kali lipat dari kapasitas saat ini yang baru menyentuh 100 gigawatt.

Membangun Mentalitas Juara dan Integritas Generasi Muda

Menanggapi transformasi industri hijau dan energi, Eko membakar optimisme mahasiswa PNJ. “Jangan takut tidak memiliki masa depan. Masa depan yang gemilang sudah ada di depan mata kita,” pungkasnya. Industri modern membuka peluang kerja luas yang memerlukan kolaborasi lintas disiplin dari teknik hingga tata kelola keuangan.

Eko membagikan kiat pengembangan diri dengan merujuk filosofi Jack Ma terkait fase usia produktif. “In your 20s, study hard,” pesannya kepada para mahasiswa. Masa perkuliahan menjadi sarana melatih disiplin diri, ketangguhan mental, dan penguasaan ilmu sebelum memasuki arena persaingan profesional.

Memasuki fase usia berikutnya, tenaga profesional muda perlu mencari sosok atasan yang tepat. “In your 30s, find a good boss,” lanjut Eko. Pemimpin yang menuntut ekspektasi tinggi justru mengasah mentalitas kerja serta mempercepat kematangan kepemimpinan seseorang di tempat kerja.

Pemberdayaan lulusan vokasi khususnya Politeknik Negeri Jakarta secara terarah merupakan motor penggerak utama transformasi ekonomi nasional menuju negara berpenghasilan tinggi. Kendati demikian, keunggulan teknis harus selalu beriringan dengan integritas moral dan kejujuran pribadi. Karakter yang jujur menjamin keberlanjutan karier sekaligus memperkuat fondasi pembangunan peradaban industri Indonesia masa depan.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.