Insight

Trafik Website Peringkat Satu Anjlok 58% Akibat AI, Ini Strategi Bertahan ala Andrias Ekoyuono

Ilustrasi dampak kecerdasan buatan terhadap Trafik Website untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Chief of AI & Corporate Strategy Kumparan, Andrias Ekoyuono, saat memaparkan materi mengenai dampak integrasi kecerdasan buatan terhadap penurunan trafik website media digital dalam forum diskusi bisnis #SelasaStartup di Ganara Art Jakarta, Selasa (13/10). (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Integrasi kecerdasan buatan mengubah lanskap mesin pencari dan memukul media digital secara drastis. Chief of AI & Corporate Strategy Kumparan, Andrias Ekoyuono, membagikan data tersebut dalam forum #SelasaStartup di Ganara Art FX Sudirman Jakarta (13/10). Ia mencatat trafik website mengalami penurunan umum hingga 33 persen sepanjang periode Maret 2022 hingga Maret 2023.

Kondisi ini bermula dari kehadiran Search Generative Experience milik Google yang menyajikan ringkasan instan kepada pengguna. Audiens kini langsung membaca jawaban dari sistem kecerdasan buatan tanpa membuka tautan rujukan. Penurunan tajam justru melanda konten peraih peringkat teratas pencarian. “Bahkan ketika website kita duduk di peringkat nomor satu, terjadi penurunan trafik yang didapatkan sebesar 58 persen,” ujar Andrias.

Tantangan Trafik Website dan Tiga Saluran Akses Baru

Pergeseran ini mengubah pintu masuk informasi digital menjadi tiga saluran utama. Konsumen kini menjangkau konten melalui feeds personal, penelusuran web konvensional, serta platform percakapan AI. Algoritma modern mengontrol corong pemasaran mulai dari tahapan atensi hingga keputusan pembelian. Pemilik merek harus menyajikan data terstruktur dan klaim orisinal agar bot AI bersedia mengutip materi mereka.

Mengatasi Kebocoran Corong Pemasaran di Era Intervensi AI

Kecerdasan buatan kini memegang kendali penuh di setiap tahapan corong pemasaran (marketing funnel). Pebisnis digital yang mengabaikan pergeseran ini dipastikan akan menghadapi kebocoran konversi (funnel leaks). Rumus pemasaran klasik AIDA kini mengalami perombakan total. Tahap Attention kini ditentukan oleh algoritma feed personal yang menyaring konten.

Pada tahap Interest, kesan pertama audiens dibentuk oleh ringkasan otomatis AI sebelum mereka mengunjungi situs web. Sementara itu, tahap Desire dikontrol oleh kemampuan AI menyaring validitas ulasan pihak ketiga, hingga akhirnya tahap Action dipicu oleh AI internal milik merek yang memunculkan produk secara konsisten untuk mengunci keputusan pembelian konsumen.

Aturan Main Baru AI Search: Kewajiban Dikutip Bukan Sekadar Terindeks

Optimasi pencarian masa depan kini memasuki babak baru lewat Pintu Kedua (Door Two), yakni SEO and AI Search. Aturan mainnya kini bergeser drastis, di mana sekadar masuk indeks mesin pencari sudah dianggap kuno, melainkan materi konten wajib dikutip langsung oleh AI agar direkomendasikan.

Langkah untuk memenangkan ceruk ini adalah menyajikan data terstruktur yang rapi, memberikan klaim informasi produk yang jelas, menyertakan data angka orisinal, serta menjaga konten tetap diperbarui secara berkala. Sebaliknya, pebisnis akan kalah bersaing jika keunggulan produk mereka terkubur di balik bahasa pemasaran yang bertele-tele, menerapkan metode sekali tayang tanpa pembaruan, dan menempatkan data terstruktur hanya sebagai urusan teknis belakangan.

Strategi Meraih Ceruk Pasar Bagi Pebisnis

Selain menyoroti algoritma, Andrias mengingatkan para perintis usaha agar tidak meremehkan peluang pasar berskala kecil. Korporasi raksasa kerap mengabaikan segmen tertentu karena menganggap potensi keuntungannya sangat sempit. “Ini kecilan buat saya,” ujarnya menirukan argumen yang sering muncul dari manajemen perusahaan besar. Sikap skeptis korporasi tersebut membuka celah strategis bagi bisnis rintisan untuk bertumbuh pesat.

Transformasi ekosistem mesin pencari menegaskan bahwa mengandalkan optimasi kata kunci konvensional sudah tidak lagi memadai. Ketergantungan sepihak pada mesin pencari lama memicu kerentanan stabilitas trafik website bisnis di era otomatisasi. Para pendiri usaha harus segera membidik ceruk pasar potensial sekaligus membangun kehadiran konsisten di berbagai saluran digital.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.