Bisnis

Strategi Kopi Kenangan Jaga Keberlanjutan Bisnis Global

Ilustrasi Strategi Kopi Kenangan untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Co Founder dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata Berbagi Pengalaman Membangun Kopi Kenangan di Ganara Art FX Sudirman Jakarta (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Co-Founder sekaligus CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, membagikan langkah strategis perusahaan untuk bertahan di tengah keterbatasan modal. Melalui acara #SelasaStartup di Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, ia memaparkan visi baru perusahaan. Moderator diskusi ini adalah Amir Kamaruddin selaku Editor in Chief DailySocial.id. Dalam kesempatan tersebut, Edward menekankan pentingnya menerapkan Strategi Kopi Kenangan yang berfokus pada efisiensi operasional.

Perusahaan kini mulai mengalihkan fokus dari pertumbuhan agresif menuju profitabilitas yang lebih sehat sejak masa sulit tahun 2022. Edward menjelaskan bahwa mereka menerapkan prinsip unik demi menjaga efisiensi bisnis harian. Mereka mengutamakan pengolahan data mendalam daripada melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja karyawan secara individu. Mereka mendukung langkah ini dengan pemanfaatan lebih dari 20 aplikasi mandiri buatan internal perusahaan.

Mengutamakan Pengelolaan Input Melalui Strategi Kopi Kenangan

Kopi Kenangan sangat meyakini bahwa pengelolaan proses kerja yang tepat akan menghasilkan pencapaian bisnis yang maksimal. “Alih-alih fokus pada output, kami fokus pada input karena input adalah sesuatu yang bisa kita kelola dan kontrol, sedangkan output adalah hasil dari input tersebut,” ujar Edward. Pendekatan berbasis teknologi data ini mempercepat proses perluasan skala bisnis secara terukur dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan mampu menekan biaya operasional yang kurang produktif di seluruh unit kerja.

Ketika badai tech winter melanda industri startup, Kopi Kenangan segera menghentikan strategi pertumbuhan tanpa batas. Manajemen langsung mengambil keputusan cepat dengan mengevaluasi kinerja setiap gerai secara terperinci demi menjaga keuntungan. “Kami fokus pada bottom line, dan saya rasa itulah mengapa Kopi Kenangan lebih berkelanjutan dibandingkan yang lain,” tambahnya. Kedisiplinan tinggi dalam operasional harian menjadi kunci utama perusahaan untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Transformasi Menuju Segmen Premium dan Pasar Global

Kopi Kenangan juga merancang rencana besar untuk merambah pasar premium sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang. Rencana ekspansi ini bertujuan untuk memikat perhatian investor global serta menjangkau basis konsumen internasional yang lebih luas. “Hal ini akan mengundang investor yang lebih besar. Mungkin pasarnya lebih luas di luar negeri, sedangkan di Indonesia pasar B2C cukup kecil,” ungkap Edward.

Meskipun mengincar kelas premium, perusahaan tetap berkomitmen menyajikan produk berkualitas tinggi dengan harga yang sangat bersahabat bagi konsumen. Skala bisnis yang mencakup lebih dari 800 gerai membantu mereka mendapatkan pasokan bahan baku yang kompetitif. “Kami seperti Starbucks namun dengan harga yang lebih murah, sehingga secara nilai merek pun tetap terasa premium,” jelas Edward. Saat ini, gerai mereka telah menjangkau berbagai wilayah strategis mulai dari Jakarta, Medan, hingga pulau Bali.

Investasi berkelanjutan di sektor teknologi juga menjadi fondasi penting untuk menjaga kepuasan pelanggan di seluruh gerai. Teknologi tersebut mempermudah kustomisasi menu dan mempercepat proses pembayaran secara omni-channel. “Teknologi membuat kustomisasi dan pembayaran menjadi lebih efisien, serta transaksi menjadi lebih cepat. Hal ini sangat menentukan arah perkembangan bisnis kami,” pungkas Edward. Integrasi teknologi ini memperkuat posisi bisnis mereka dari ancaman persaingan pasar yang kian ketat.

Secara keseluruhan, Strategi Kopi Kenangan menunjukkan bahwa ketahanan bisnis sejati lahir dari kedisiplinan finansial dan inovasi teknologi yang konsisten. Keputusan beralih dari strategi pertumbuhan agresif menuju profitabilitas menjadi langkah cerdas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui kombinasi efisiensi rantai pasok dan adaptasi teknologi, perusahaan kopi lokal ini membuktikan kesiapannya bersaing di panggung internasional.