Bisnis

Strategi Profitabilitas GoTo Menuju Target EBITDA Positif

Ilustrasi Strategi Profitabilitas GoTo untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Wilson Cuaca Co-Founder and Managing Partner East Ventures (Kiri) dan Rama Mamuaya Founder dan CEO DailySocial (Kanan) di Ganara Art #SelasaStartup (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Strategi Profitabilitas GoTo sedang mengalami transformasi besar demi mencapai target keuangan yang lebih sehat. Perubahan ini muncul setelah perusahaan mengalihkan kontrol Tokopedia kepada platform media sosial TikTok. Wilson Cuaca selaku Co-Founder East Ventures memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini dalam acara #SelasaStartup di Jakarta.

Menurut laporan terbaru, segmen e-commerce mulai mencatatkan hasil positif pada kuartal keempat tahun lalu. Wilson menilai skema pendapatan berulang atau service fee dari TikTok Shop sangat menguntungkan. Hal ini secara otomatis memangkas beban promosi yang selama ini sangat besar bagi perusahaan.

Detail Strategi Profitabilitas GoTo Melalui Kolaborasi

“Ini justru sangat bagus untuk ekosistem GoTo secara keseluruhan karena kita tidak lagi perlu melakukan bakar uang untuk promosi, sebab hal tersebut sudah dilakukan oleh pihak TikTok,” ujar Wilson pada Selasa (30/6). Langkah efisiensi ini membantu GoTo menghadapi tantangan suku bunga tinggi yang melanda pasar global. Sekarang fokus utama beralih pada layanan on-demand dan sektor teknologi finansial yang lebih potensial.

Perusahaan optimis mencapai target EBITDA grup yang disesuaikan secara positif pada tahun 2024. Aksi korporasi seperti pembelian kembali saham juga memperkuat kepercayaan pasar terhadap nilai intrinsik bisnis. Strategi Profitabilitas GoTo ini mengedepankan peningkatan margin daripada sekadar mengejar volume transaksi mentah atau GMV.

Penyatuan Visi Internal Menuju Lantai Bursa

Selain faktor finansial, Wilson menekankan pentingnya kekompakan tim internal dalam membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ia menyarankan kegiatan luar ruang untuk menyelaraskan persepsi antar individu di dalam organisasi. “Outdoor itu bertujuan untuk menyatukan persepsi, arah, dan pemikiran. Karena di dalam sebuah perusahaan terdapat banyak orang dengan pemikiran dan tujuan yang berbeda-beda. Kalau tidak disatukan, itu berbahaya karena bisa pecah di tengah jalan,” tegas Wilson.

Pemimpin perusahaan harus menanamkan prinsip bahwa kepentingan organisasi berada di atas kepentingan pribadi. Wilson percaya bahwa jika kondisi perusahaan sehat, maka seluruh karyawan akan mendapatkan manfaatnya secara otomatis. “Kami di sini belajar bahwa perusahaan adalah yang utama (company is above all). Kalau Anda mementingkan perusahaan dan perusahaannya baik, maka siapa pun di dalamnya akan ikut baik,” tambahnya.

Kesuksesan melantai di bursa atau IPO bukanlah garis akhir bagi sebuah startup, melainkan sebuah wisuda. Pengalaman portofolio East Ventures seperti Fore Coffee dan Waresix membuktikan bahwa persiapan matang sejak awal sangat krusial. Konsistensi dalam mengambil keputusan strategis akan menentukan keberhasilan jangka panjang perusahaan publik tersebut.

Secara keseluruhan, langkah GoTo menunjukkan kedewasaan ekosistem startup Indonesia dalam mengejar keberlanjutan bisnis. Fokus pada profitabilitas nyata daripada pertumbuhan semu memberikan sinyal positif bagi para investor global. Langkah efisiensi dan penyatuan visi internal menjadi kunci utama bagi perusahaan rintisan untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.