Jangan Cuma Viral Sesaat, Ini Kunci Utama Brand Lokal Bertahan Jangka Panjang ala Raymond Chin

Sumber Gambar: Pengusaha sekaligus pendiri Genesis Raymond Chin (kanan) saat membagikan pandangannya mengenai keberlanjutan brand lokal dalam forum Global Edge Summit 2026 by Alibaba.com di Jakarta, Selasa (13/10). (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pengusaha sekaligus pendiri Genesis Raymond Chin menekankan arti penting fondasi bisnis yang kokoh. Ia membagikan pandangannya dalam forum Global Edge Summit 2026 by Alibaba.com di Ganara Art FX Sudirman Jakarta pada Selasa (13/10). Menurutnya, pelaku usaha wajib memprioritaskan keberlanjutan brand daripada sekadar mengejar ketenaran sesaat di media sosial.
Raymond menyoroti fenomena lonjakan pendapatan bisnis yang melonjak drastis selama masa pandemi. Banyak entitas bisnis mencatat omzet puluhan miliar rupiah, namun performa tersebut kemudian merosot tajam. Kerapuhan sistem operasional dan ketergantungan ekstrem pada sosok pemilik menjadi pemicu utama kemunduran tersebut.
Fenomena merek yang bertumpu pada profil individu memperlihatkan tingkat ketahanan yang sangat rendah. “Dari sepuluh brand yang go viral—founder-sentrik ya—cuma dua dari sepuluh brand yang berhasil sustain angka puluhan miliar itu. Bahkan banyak yang turun sampai ratusan juta,” ujar Raymond Chin. Masalah pembengkakan biaya memperparah situasi ketika pengeluaran melonjak tanpa peningkatan mutu produk.
Tantangan Menjaga Keberlanjutan Brand Founder Sentrik
Sosok figur utama bisnis memang dapat mempercepat pengenalan merek kepada khalayak luas. Kendati demikian, ketergantungan berlebih memicu risiko besar jika tokoh tersebut menghadapi masalah reputasi. Oleh sebab itu, fondasi produk harus tetap berdiri mandiri tanpa bersandar penuh pada figur pemimpin.
Raymond menyarankan pelaku usaha memposisikan persona pendiri hanya sebagai pendorong awal kemajuan bisnis. “I think komplementer, jadi katalis, tapi jangan independen,” ujar Raymond Chin. Penyelarasan antara citra tokoh dan kekuatan produk menentukan keberlanjutan brand ketika mengarungi persaingan jangka panjang.
Membuka Wawasan Pasar Mancanegara bagi UMKM
Selain membenahi tata kelola internal, pengusaha lokal menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pasar internasional. Raymond menilai sebagian besar pelaku UMKM masih merasa nyaman berkutat pada skala domestik. Keterbatasan wawasan terhadap perilaku konsumen global menghambat produk Indonesia untuk bersaing di kancah dunia.
Banyak pelaku usaha lokal belum menyadari potensi pasar lintas negara yang sangat luas. “Sedangkan di Indonesia, perspektifnya belum terbuka; menjadi nomor satu di kota saja mereka sudah merasa cukup,” ujar Raymond Chin. Padahal teknologi digital dan platform global membuka peluang pengumpulan data pasar secara akurat.
Pemanfaatan ekosistem kecerdasan buatan kini mempermudah analisis tren pasar di berbagai belahan dunia. Pengusaha dapat mempelajari kebiasaan konsumen luar negeri setiap hari guna mengasah kepekaan bisnis. “Eksposur itulah yang perlahan membuka perspektif, sehingga kita berani bermimpi lebih besar,” ujar Raymond Chin.
Membangun entitas bisnis bertaraf internasional membutuhkan kombinasi antara kedewasaan operasional dan keberanian memperluas cakrawala berpikir. Viralitas mungkin memberi lonjakan awal yang manis bagi sebuah merek dagang. Namun, wawasan pasar global serta keunggulan produk yang otentik menjadi penentu kelangsungan hidup bisnis di masa depan.
