Insight

Langkah Menuju IPO ala Fajrin Rasyid: Benahi Legalitas dan Pisahkan Dompet Finansial Sejak Awal

Ilustrasi bisnis kecil untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Pondasi Akuntabilitas Startup: Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid Memaparkan Pentingnya Pemisahan Laporan Keuangan dan Pembenahan Aspek Legalitas Sejak Tahap Awal Dalam Forum Diskusi #SelasaStartup di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Selasa (6/10). (Foto: Stapo.id)

Depok, Stapo.id – Pelaku usaha dapat memetik pelajaran berharga mengenai pengelolaan bisnis kecil serta kesiapan menuju penawaran umum perdana. Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) periode 2020-2025 sekaligus Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid, membagikan wawasan mendalam ini pada forum diskusi #SelasaStartup di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta (6/10).

Fajrin Rasyid menggarisbawahi keunggulan komparatif yang melekat pada unit bisnis kecil. Fleksibilitas serta kelincahan operasional menjadi kekuatan utama para perintis usaha. “Bisnis kecil itu lebih lincah, sehingga kita bisa beradaptasi dengan cepat terhadap apa yang terjadi di pasar. Sebaliknya, bisnis besar akan sangat sulit untuk beradaptasi karena strukturnya yang sudah sangat besar dan kompleks,” jelasnya.

Perusahaan raksasa global pun merintis jejak dari skala mikro sebelum menguasai pasar dunia. Fajrin memotivasi wirausahawan agar konsisten menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. “Hampir seluruh bisnis yang ada di dunia ini awalnya berasal dari bisnis kecil. Tidak ada yang langsung menjadi besar. Semuanya bertahap dari kecil, kemudian berkembang hingga menjadi bisnis yang sangat besar,” tambah Co Founder Bukalapak tersebut.

Pondasi Tata Kelola Bisnis Kecil Menuju IPO

Ketika perusahaan bertumbuh menuju fase lanjutan, pendiri wajib memperkuat tata kelola korporasi. Berdasarkan rekam jejak Bukalapak saat mengelola ratusan karyawan, pembenahan legalitas dan pembukuan menjadi prioritas mutlak. “Pemisahan laporan keuangan antara perusahaan dan pendiri harus jelas dilakukan untuk menjaga akuntabilitas,” tegas Fajrin Rasyid.

Para pendiri juga mesti menyepakati pembagian wewenang yang tegas, baik pada divisi teknologi maupun operasional komersial. Kejelasan hierarki keputusan dari dewan direksi hingga forum RUPS memastikan operasional tetap terkendali. Urusan penggalangan dana pun menuntut ketelitian dalam aspek valuasi, ESOP, serta hak preferensi para investor. “Jika Anda membutuhkan pendanaan, ingatlah bahwa kita tidak hanya berurusan dengan uang,” ungkapnya.

Sesi Tanya Jawab Perintis Usaha: Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid (kiri) saat menjawab pertanyaan peserta dalam sesi Open Discussion yang dipandu oleh Editor in Chief DailySocial.id Amir Karimuddin (kanan) pada forum #SelasaStartup di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta. (Foto: Stapo.id)
Sesi Tanya Jawab Perintis Usaha: Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid (kiri) saat menjawab pertanyaan peserta dalam sesi Open Discussion yang dipandu oleh Editor in Chief DailySocial.id Amir Karimuddin (kanan) pada forum #SelasaStartup di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta. (Foto: Stapo.id)

Kesiapan Fundamental untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Inovasi berkelanjutan tidak selalu menuntut revolusi teknologi yang serba rumit. Fajrin menegaskan bahwa perbaikan sederhana pada mutu layanan konsumen kerap menjadi kunci kesuksesan terpenting. “Hal yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh konsumen kita. Jika kita sudah bisa memberikan solusi bagi konsumen, maka bisnis kita pasti akan dicari orang,” pungkasnya.

Keberhasilan transformasi startup berakar pada kedisiplinan menjaga integritas pelaporan finansial serta akuntabilitas hukum sejak tahap awal. Agilitas operasional yang berpadu dengan tata kelola profesional akan mengantarkan entitas usaha bertransformasi dari skala mikro menuju panggung pasar modal.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.