Danantara dan ENRG Komitmen Investasi US$450 Juta di HighPeak

Depok, Stapo.id – PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan investasi bersama senilai sekitar US$450 juta atau sekitar Rp8,05 triliun pada HighPeak Energy Inc. (NASDAQ: HPK), perusahaan minyak dan gas bumi yang berbasis di Texas, Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari langkah HighPeak melakukan refinancing sekaligus memperkuat struktur modalnya.
Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani 6 Oktober 2026, Danantara melalui PT Danantara Energy International berkomitmen membeli saham preferen konvertibel senilai US$250 juta, sedangkan PT Tunas Harapan Perkasa, anak usaha ENRG, akan membeli saham preferen yang sama senilai US$200 juta. Totalnya setara dengan penerbitan 450.000 saham Series A 6% Perpetual Convertible Preferred Stock dengan nilai nominal preferen US$1.000 per saham.
Investasi tersebut belum merupakan transaksi yang selesai. HighPeak memperkirakan penyelesaian investasi berlangsung pada kuartal IV 2026 dan masih bergantung pada sejumlah persyaratan penutupan.
HighPeak Gunakan Dana untuk Refinancing Utang
Bersamaan dengan investasi dari dua investor Indonesia tersebut, HighPeak memperoleh komitmen fasilitas kredit berbasis cadangan atau reserve-based lending (RBL) sebesar US$800 juta dari Citibank dan Fifth Third Bank.
Dana dari saham preferen, penarikan awal fasilitas RBL, serta kas yang tersedia diproyeksikan digunakan untuk melunasi seluruh term loan HighPeak yang ada senilai sekitar US$1,17 miliar. Dengan struktur tersebut, perusahaan menargetkan penurunan beban pembiayaan sekaligus peningkatan fleksibilitas likuiditas.
Saham preferen yang dibeli Danantara dan ENRG memberikan sejumlah hak ekonomi. Dividen tunai kumulatif ditetapkan sebesar 6% per tahun pada periode hingga sebelum ulang tahun kedua transaksi. Apabila dividen dibayar dalam bentuk saham, tingkatnya menjadi 7,5%.
Setelah memasuki periode tahun kedua hingga sebelum tahun kelima, tingkat dividen naik menjadi 7,5% jika dibayar tunai dan 9% jika dibayar dalam bentuk saham. Setelah tahun kelima, tingkatnya menjadi 10%. Pembayaran dilakukan secara kuartalan sesuai ketentuan saham preferen dan keputusan dewan direksi HighPeak.
Instrumen tersebut juga dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak oleh pemegangnya. Harga konversi awal ditetapkan US$9,50 per saham, dengan nilai konversi turut memperhitungkan dividen yang telah terakumulasi dan belum dibayarkan.
Masuk ke Permian Basin, Buka Peluang Transfer Teknologi
HighPeak bergerak di sektor eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak serta gas bumi, dengan aset yang berpusat di Midland Basin, bagian dari Permian Basin di Texas Barat. Danantara menyebut Permian Basin sebagai wilayah penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat dan mencatat kontribusinya mencapai 48% terhadap produksi minyak AS sepanjang 2025 berdasarkan data U.S. Energy Information Administration.
Bagi Danantara, transaksi ini memberikan eksposur terhadap aset hulu migas di pasar global sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi portofolio energi. Setelah transaksi selesai, HighPeak juga direncanakan mengembangkan program pelatihan dan secondment bagi tenaga kerja Indonesia untuk mendukung pertukaran keahlian teknis.
Sementara bagi ENRG, investasi tersebut menjadi ekspansi anorganik ke Amerika Serikat. Perseroan melihat investasi pada HighPeak sebagai peluang untuk mendapatkan eksposur terhadap kapabilitas operasional dan teknologi hulu migas Amerika Utara, sekaligus membangun potensi sinergi dengan portofolio bisnis yang sudah dimiliki.
Dalam struktur investasinya, baik DIM maupun ENRG memiliki hak untuk menempatkan masing-masing satu wakil dalam jajaran direksi HighPeak. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya memberikan eksposur finansial, tetapi juga membuka ruang keterlibatan strategis kedua investor dalam perusahaan migas asal AS tersebut.
