Hadiri IISF 2026, AHY Tegaskan Pembangunan Masa Depan Bukan Cuma Soal Fisik dan Beton

Sumber Gambar: Paradigma Pembangunan Baru: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Saat Memaparkan Urgensi Penerapan Konsep Infrastruktur Berkelanjutan Dalam Forum Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menghadiri Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta (7/10). Dalam agenda tersebut, ia menekankan urgensi penerapan konsep infrastruktur berkelanjutan. Pembangunan nasional masa kini harus mengutamakan keselarasan antara kemajuan fisik dan pelestarian lingkungan hidup. Langkah ini sangat krusial guna menghadapi tantangan krisis iklim global secara nyata.
AHY mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak memandang proyek infrastruktur hanya sebagai konstruksi fisik semata. Fasilitas umum harus menyatu dalam sistem perkotaan yang saling terhubung erat. “Pembangunan infrastruktur di masa depan tidak hanya bicara soal fisik dan beton semata, namun bagaimana kita mampu menyelaraskannya dengan daya dukung lingkungan,” ujar AHY di hadapan para peserta forum.
Urgensi Infrastruktur Berkelanjutan bagi Ekosistem Masa Depan
Sektor konstruksi memegang peran besar dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan dan target emisi nol bersih. Perencanaan perkotaan wajib merangkum penyediaan air bersih, hunian layak, sanitasi, dan transportasi publik secara serentak. AHY mengajak seluruh pemerintah daerah mengoptimalkan potensi lokal tanpa merusak bentang alam sekitar. “Kita ingin memastikan pembangunan daerah tetap menjaga kelestarian alam, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Empat Faktor Kunci Penggerak Transformasi Perkotaan
Guna mempercepat transisi pembangunan kota ramah lingkungan, AHY merinci empat elemen pendukung strategis. Keempat elemen tersebut mencakup ketersediaan modal, inovasi teknologi, kesiapan talenta, serta tata kelola yang transparan. Pemerintah memerlukan kemitraan erat bersama lembaga pembiayaan swasta dan mitra multilateral. Integrasi lintas sektor ini akan memperkokoh ketahanan masyarakat dari berbagai ancaman risiko iklim.
AHY menegaskan tujuan akhir dari setiap pembangunan fisik adalah peningkatan martabat dan kesejahteraan warga. “Infrastruktur pada akhirnya bukan soal beton, baja, atau pipa. Ini adalah tentang apa yang mereka mungkinkan: komunitas yang lebih aman, ekonomi yang lebih kuat, peluang yang lebih baik, dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar AHY di hadapan para peserta IISF 2026. Komitmen pembiayaan hijau harus berjalan seiring dengan implementasi teknologi yang tepat guna.
Penerapan infrastruktur berkelanjutan menuntut konsistensi nyata dari seluruh pembuat kebijakan dan dunia usaha. Perubahan paradigma ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Melalui tata kelola yang solid serta investasi inklusif, Indonesia mampu menghadirkan peradaban kota yang lebih layak huni.
