Menko AHY: Era AI Bukan Cuma Butuh Listrik, tapi Juga Pasokan Air Bersih Skala Besar

Sumber Gambar: Infrastruktur Masa Depan: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), didampingi Para Delegasi Saat Memberikan keterangan Pers Mengenai Pentingnya Kemandirian air Bersih untuk Mendukung Pusat Data di Era AI dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pemerintah menyoroti urgensi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menggarisbawahi hal tersebut pada sesi konferensi pers Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Grand Ballroom Kempinski Jakarta (7/10). Menurutnya, Indonesia harus memastikan kemandirian air bersih demi menopang pertumbuhan penduduk dan ekonomi.
Kebutuhan air terus melonjak seiring laju hilirisasi industri dan transformasi teknologi kecerdasan buatan. AHY memaparkan fakta krusial terkait lonjakan konsumsi air di berbagai sektor modern.
“Kebutuhan penduduk yang semakin banyak, bukan hanya untuk rumah tangga tetapi juga untuk industri, hilirisasi, hingga di era AI seperti data center dan berbagai fasilitas lainnya, membutuhkan pasokan air bersih yang besar,” ujar AHY.
Tantangan Investasi dan Kemandirian Air Bersih
Pemerintah kini merancang perencanaan terpadu guna menarik investasi swasta pada proyek infrastruktur air. Skema pembiayaan baru dapat mempercepat pembangunan jaringan transmisi air baku ke berbagai wilayah. Selain itu, otoritas terkait memprioritaskan pembersihan sungai serta danau demi menekan sedimentasi dan banjir.
Di samping pemenuhan konsumsi, sumber air memiliki nilai strategis dalam mempercepat transisi energi hijau. Menko AHY membeberkan potensi pemanfaatan bendungan secara multifungsi di berbagai kawasan.
“Bukan hanya sebagai water supply, air kini semakin diorientasikan untuk transisi energi yang lebih bersih dan terbarukan, misalnya dengan teknologi hydropower, pump storage, dan floating solar panel,” jelasnya.
Proteksi Kawasan Pesisir dan Sinergi Lintas Sektor
Isu lingkungan di pesisir utara Jawa turut menyita perhatian utama pemerintah saat ini. Fenomena penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut menuntut langkah mitigasi terkoordinasi. Tantangan berat tersebut memerlukan kemitraan erat antara pemangku kebijakan dan kalangan pelaku usaha.
AHY menegaskan bahwa penanganan wilayah pesisir membutuhkan komitmen penuh dari seluruh pemangku kepentingan.
“Menuntut kerja sama, kerja keras, serta kolaborasi antar semua pihak, baik pusat dan daerah, maupun dengan kalangan dunia usaha,” tegasnya.
Langkah terintegrasi ini membuktikan bahwa kemandirian air bersih bukan sekadar urusan sanitasi dasar. Kebijakan ini sekaligus menjadi fondasi vital bagi ketahanan energi dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi proyek ini akan menentukan stabilitas ekonomi jangka panjang Indonesia.
