TREND 2026 Bahas Strategi Keluar dari Middle Income Trap

Depok, Stapo.id – Diskusi tentang arah pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mengemuka menjelang gelaran Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 yang akan berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 di Ballroom Le Meridien, Jakarta. Mengusung tema “Unlocking Growth in the Middle Income Trap”, forum ini hadir sebagai ruang pertemuan gagasan bagi para pemangku kepentingan untuk membahas langkah nyata mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi ekonomi nasional yang dalam beberapa tahun terakhir bergerak di kisaran pertumbuhan sekitar 5 persen. Di tengah target pembangunan jangka panjang dan ambisi menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan strategi yang lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas nasional. Tidak cukup hanya mengandalkan satu sektor, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga memerlukan inovasi, investasi, hilirisasi, tata kelola yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor.
Melalui TREND 2026, Tutur Media Digital mencoba menghadirkan forum diskusi yang tidak hanya berbicara pada tataran konsep, tetapi juga menyoroti implementasi kebijakan dan peluang pertumbuhan yang realistis. Acara ini akan dibuka dengan welcoming remarks dari Don Bosco Selamun selaku President Commissioner sekaligus Director of Content Tutur Media Digital.
Pada sesi keynote speech, publik akan disuguhkan pandangan dari dua tokoh nasional, yakni Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Kehadiran keduanya diperkirakan akan memberi gambaran besar mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan transformasi ekonomi ke depan.
Selain itu, TREND 2026 juga menghadirkan jajaran pembicara dari berbagai latar belakang strategis. Mereka di antaranya Eka Chandra Buana dari Bappenas, ekonom senior Wijayanto Samirin, Arif Perdana Kusumah dari Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Tri Winarno dari Kementerian ESDM, Moeldoko selaku Ketua Umum Periklindo, Fransiscus Soerjopranoto dari Hyundai Motors Indonesia, Dadan Hindayana dari Badan Gizi Nasional, Faizal Rochmad Djoemadi dari Telkom Indonesia, serta Nezar Patria dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Komposisi pembicara ini menunjukkan bahwa isu middle income trap tidak bisa dilihat secara sempit sebagai persoalan ekonomi makro semata. Ada kaitan erat dengan industrialisasi, transformasi digital, ketahanan pangan, penguatan ekosistem kendaraan listrik, hingga pengembangan sumber daya manusia. Dengan kata lain, jalan keluar dari perangkap pendapatan menengah membutuhkan orkestrasi kebijakan dan keberanian untuk mempercepat nilai tambah nasional.
Acara ini juga akan dipandu oleh para host yang berasal dari kalangan media dan content creator, seperti Desmona Chandra, Ardhy Chandra Edwinstyah, Gaib Maruto Sigit, dan Didiet Budi Adiputro. Kehadiran mereka diharapkan membuat diskusi terasa lebih dekat dengan publik profesional muda yang kini semakin aktif mengikuti isu ekonomi, investasi, dan masa depan industri nasional.
TREND 2026 dijadwalkan berlangsung pukul 09.30 hingga 15.30 WIB dan terbuka gratis untuk kalangan profesional. Forum ini menjadi kesempatan menarik bagi pelaku usaha, profesional, akademisi, hingga pegiat industri untuk menyerap perspektif strategis dari para pengambil kebijakan dan pelaku bisnis. Di tengah tantangan global yang terus berubah, percakapan seperti ini menjadi penting agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melompat ke fase pertumbuhan yang lebih berkualitas.
Bagi yang ingin menghadiri acara ini, pendaftaran telah dibuka melalui tautan registrasi yang disediakan panitia, dengan narahubung Tia Syifa Ademira. TREND 2026 berpotensi menjadi salah satu agenda ekonomi penting yang layak dicermati pada awal April ini, terutama bagi mereka yang ingin memahami bagaimana Indonesia bisa membuka jalan pertumbuhan baru di tengah ancaman middle income trap.
