Kabar

Enam Emiten Bagi Dividen Pekan Ini, Ada UNTR yang Siapkan Rp1,47 Triliun

Ilustrasi konsep pembagian dividen saham dengan tumpukan koin emas di atas meja kayu

Depok, Stapo.id – Sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki jadwal pembagian dividen pada pekan terakhir September hingga awal Oktober 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, sedikitnya enam emiten memiliki jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Enam emiten tersebut adalah PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL).

Selain itu, sejumlah emiten juga baru mengumumkan pembagian dividen pada pekan ini, termasuk PT United Tractors Tbk (UNTR) yang menyiapkan dividen interim hingga Rp1,47 triliun.

VICO dan IFII Mulai Cum Dividen

PT Victoria Investama Tbk (VICO) menjadi salah satu emiten yang memasuki cum date pada Senin (28/9). Perseroan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp8 per saham dengan total Rp121,73 miliar. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung 28 September, sedangkan pembayaran dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) juga memasuki cum dividen untuk pembagian dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp5 per saham. Total dividen yang disiapkan mencapai sekitar Rp47,06 miliar dengan pembayaran pada 15 Oktober 2026.

BSSR Tebar Dividen Rp1 Triliun Lebih

Selanjutnya, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menetapkan cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada Selasa (29/9). Dividen interim tahun buku 2026 mencapai US$60 juta atau sekitar Rp1,06 triliun, setara sekitar Rp406,16 per saham berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada 17 September 2026.

Pemegang saham yang berhak menerima dividen tersebut akan mendapatkan pembayaran pada 9 Oktober 2026. BSSR sebelumnya juga telah membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar US$70 juta.

CDIA Masuk Jadwal 30 September

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memiliki cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada Rabu (30/9). Emiten milik kelompok usaha Prajogo Pangestu tersebut membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar US$10 juta atau sekitar Rp1,42 per saham.

Recording date ditetapkan pada 2 Oktober, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, investor juga perlu mencermati jadwal cum dividen pasar tunai BSSR yang jatuh pada 1 Oktober, sementara recording date BSSR ditetapkan 1 Oktober.

DADA dan NICL Tutup Pekan Cum Dividen

PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menetapkan cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada Jumat (2/10). Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp0,27 per saham dengan total sekitar Rp2,01 miliar dari laba tahun buku 2025.

Recording date DADA jatuh pada 6 Oktober dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

Pada tanggal yang sama, PT PAM Mineral Tbk (NICL) juga memasuki cum dividen untuk pembagian dividen interim Rp6 per saham. Total dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp63,81 miliar. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.

Dengan demikian, enam emiten tersebut menjadi perusahaan yang jadwal cum dividen pasar reguler dan negosiasinya berlangsung pada pekan ini.

UNTR Siapkan Dividen Rp1,47 Triliun

Di luar enam emiten tersebut, PT United Tractors Tbk (UNTR) baru mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 pada Senin (28/9). Perseroan menetapkan dividen sebesar Rp430 per saham dengan nilai maksimal sekitar Rp1,478 triliun.

Namun, investor belum memasuki periode cum dividen UNTR pekan ini. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi baru ditetapkan pada 6 Oktober, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 26 Oktober 2026.

Pembagian dividen UNTR dilakukan ketika kinerja semester I 2026 mengalami tekanan. Perseroan mencatat pendapatan Rp58,3 triliun dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp956 miliar. Laba tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investor juga perlu memperhatikan bahwa dividen tidak otomatis berarti keuntungan bersih bagi pemegang saham. Pada periode ex-dividen, harga saham secara teori dapat menyesuaikan sebesar nilai dividen, sementara pergerakan aktual tetap dipengaruhi kondisi pasar, likuiditas, sentimen, dan kinerja masing-masing emiten.

Karena itu, jadwal cum date dan besaran dividen perlu dilihat bersama kondisi fundamental serta harga saham sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.