Lewat Indonesia 4.0, Sakti.Link Kenalkan Solusi Digitalisasi Keuangan Koperasi

Sumber Gambar: Suasana Ramai Pengunjung saat Mendengarkan Paparan Edukasi Mengenai Ekosistem Digitalisasi Keuangan Koperasi dan UMKM di stan Sakti.Link binaan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (13/10). (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Sakti.Link memperkenalkan inovasi mutakhir untuk mendorong efisiensi lembaga keuangan mikro dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang terselenggara di Bidakara Hotel Jakarta (13&14 Oktober 2026). Startup binaan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) ini merilis platform multifungsi yang dapat diakses berbasis web, Android, dan iPhone. Langkah tersebut menjadi pijakan nyata dalam mewujudkan transformasi digital koperasi di seluruh penjuru tanah air.
Langkah Modernisasi Transformasi Digital Koperasi
Konsorsium Bina Reksa telah mengembangkan ekosistem manajemen terpadu ini sejak tahun 2018. Pengurus kini dapat mengelola operasional harian serta menyusun pembukuan keuangan secara otomatis. Sistem teranyar ini menggantikan mekanisme manual demi menjamin akuntabilitas serta ketertiban administrasi.
Sistem ini juga memberikan fasilitas mandiri kepada seluruh anggota melalui aplikasi gawai pintar. Anggota dapat mengecek saldo simpanan secara langsung tanpa harus bertatap muka. Pengajuan pembiayaan pun berjalan ringkas lewat mekanisme verifikasi berjenjang yang aman.
“Anggota yang ingin meminjam tidak harus ke kantor, bisa lewat aplikasi. Nanti masuk ke sistem pengurus untuk approval. Ketika disetujui, dana baru cair karena ada kode keamanannya,” ujar Diaz. Sistem cerdas ini juga mencatat setiap pembelian pulsa atau token listrik secara otomatis ke dalam pembagian Sisa Hasil Usaha pada akhir tahun buku.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Melalui Platform Sadaya
Sakti.Link juga memperluas portofolio layanannya dengan meluncurkan platform niaga elektronik Sadaya melalui domain sadaya.umkm.cc. Fasilitas ini menyediakan keleluasaan bagi pelaku wirausaha untuk merancang identitas toko daring secara mandiri. Penjual dapat menyesuaikan logo, palet warna, hingga menggunakan domain internet milik pribadi.
Integrasi logistik melengkapi keunggulan platform tersebut guna mempercepat alur distribusi produk ke tangan pembeli. “UMKM bisa punya toko online sendiri dan namanya bisa diedit. Domainnya juga bisa diganti di dashboard dan sudah otomatis terhubung dengan pengiriman,” pungkas Diaz. Kemudahan tata kelola dagang tersebut memangkas hambatan teknis yang kerap membebani pengusaha pemula.
Kehadiran ekosistem digital terpadu ini menjadi katalis penting bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan modern. Optimalisasi proses bisnis koperasi dan kemudahan penetrasi pasar daring dapat memperkuat daya saing sektor riil. Sinergi antara teknologi tepat guna dan transparansi operasional akan memuluskan adopsi transformasi digital koperasi di masa depan.
