Reshuffle Kabinet 14 September, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

Sumber Gambar: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Depok, Stapo.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026, dengan mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Posisi bendahara negara kini ditempati Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pelantikan Suahasil berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Pergantian tersebut menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga pada masa pemerintahan Presiden Prabowo setelah sebelumnya posisi tersebut dijabat Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya sendiri mulai menjabat Menteri Keuangan pada 8 September 2025 setelah menggantikan Sri Mulyani.
Suahasil Bukan Wajah Baru di Kementerian Keuangan
Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal.
Latar belakangnya juga kuat di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Suahasil merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktoral di University of Illinois Urbana-Champaign.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Suahasil untuk melanjutkan pengelolaan kebijakan fiskal, terutama ketika pemerintah menghadapi kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas sekaligus tuntutan untuk menjaga kesehatan APBN.
Defisit APBN di Bawah 3 Persen Jadi Perhatian
Usai dilantik, Suahasil menyampaikan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB. Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian utama karena posisi Menteri Keuangan sangat menentukan arah pengelolaan penerimaan, belanja, pembiayaan dan utang pemerintah.
Mandat tersebut juga datang ketika pemerintah harus menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan membiayai berbagai agenda pembangunan. Bagi pasar keuangan, konsistensi kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam menilai risiko investasi Indonesia.
Pergantian Menteri Keuangan juga terjadi ketika pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan dan pembahasan APBN 2027. Sebelum pergantian, Purbaya masih menghadiri rapat bersama DPD RI untuk membahas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan.
Pasar Menanti Arah Kebijakan Menteri Keuangan Baru
Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian investor karena Kementerian Keuangan memiliki peran sentral terhadap kebijakan fiskal, penerbitan surat utang negara, perpajakan serta koordinasi kebijakan ekonomi dengan Bank Indonesia.
Suahasil kini menghadapi tantangan untuk menjaga kredibilitas APBN sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Reuters mencatat pengangkatan Suahasil dipandang sebagai upaya membawa pengalaman teknokratis ke posisi bendahara negara, sementara pasar akan mencermati bagaimana pemerintahan Prabowo menjaga disiplin fiskal dan menjalankan program-program prioritasnya.
Di sisi lain, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan alasan Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan. Karena itu, berbagai spekulasi mengenai faktor di balik pergantian tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta.
Setelah Suahasil resmi dilantik, perhatian berikutnya akan tertuju pada arah kebijakan fiskal yang dibawanya, termasuk pengelolaan APBN 2027, strategi pembiayaan pemerintah, kebijakan perpajakan serta upaya menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, posisi Purbaya setelah tidak lagi menjadi Menteri Keuangan belum diumumkan secara resmi. Hingga Senin sore, belum terdapat informasi resmi mengenai penugasan baru bagi mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan tersebut.

