Mendorong Kesetaraan Akses, Quecare Kenalkan Aplikasi Antrean Digital Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Bandung, 12 September 2026 — Founder Quecare, Alif Fauzi, M.I.Kom., memperkenalkan inovasi aplikasi sistem antrean ramah disabilitas yang sedang dikembangkan timnya dalam acara penyambutan mahasiswa baru Pascasarjana Telkom University, Sabtu (12/9). Momentum ini menjadi panggung bagi Quecare untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital yang inklusif dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sesi tersebut, Mas Alif menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh hanya berfokus pada efisiensi dan kemudahan umum, tetapi juga harus adaptif terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas. Melalui Quecare, ia merancang sistem antrean digital yang menempatkan prinsip aksesibilitas sebagai prioritas utama.
“Adanya pengembangan antrean ramah disabilitas ini bertujuan untuk penyetaraan hak, agar setiap bentuk pelayanan publik dapat diakses secara mandiri dan adil oleh semua orang,” ujar Alif Fauzi, M.I.Kom.
Mengusung Semangat “Queue for Everyone”
Nama Quecare merupakan akronim dari “Queue for Everyone”, sebuah visi mendasar bahwa setiap individu berhak mendapatkan kemudahan akses layanan tanpa terkecuali. Berdasarkan prinsip tersebut, Quecare dikembangkan dengan pendekatan yang responsif, di mana kebutuhan serta pengalaman langsung penyandang disabilitas menjadi acuan utama perancangan sistem.
Di tengah masifnya digitalisasi layanan publik, isu aksesibilitas sering kali terabaikan sehingga berpotensi menciptakan hambatan baru bagi kelompok rentan. Quecare hadir untuk menjembatani celah tersebut, memastikan transformasi digital di sektor pelayanan publik berjalan seiring dengan prinsip kesetaraan.
Menginspirasi Generasi Muda untuk Inovasi Sosial
Pengenalan Quecare di lingkungan kampus Telkom University bukan tanpa alasan. Perguruan tinggi merupakan pusat lahirnya gagasan strategis dan inovasi masa depan. Melalui kegiatan ini, Quecare mengajak para mahasiswa pascasarjana untuk melihat bahwa pengembangan teknologi dapat diarahkan menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial.
Sebagai bagian dari akademisi dan digital native, mahasiswa memiliki peran kunci dalam menciptakan dampak positif. Diharapkan, paparan mengenai teknologi inklusif ini dapat memperluas perspektif mereka dalam merancang inovasi yang berorientasi pada kesetaraan hak di masyarakat.
Mewujudkan Pelayanan Publik yang Adil bagi Semua
Saat ini, aplikasi Quecare terus menjalani tahap pengembangan fitur berdasarkan masukan dari calon pengguna dan pakar aksesibilitas. Integrasi antara inovasi teknis dan kepedulian sosial ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret bagi ekosistem pelayanan publik di Indonesia.
Langkah Quecare ini mempertegas kembali filosofi utama dari “Queue for Everyone”: tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal atau kesulitan mendapatkan layanan publik hanya karena keterbatasan fisik maupun perbedaan kebutuhan.

