Bisnis

Sepak Bola Akar Rumput Simpan Potensi Ekonomi Rp23 Triliun

Ilustrasi Sepak bola akar rumput untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Sepak bola akar rumput di Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang sangat luar biasa besar.

CEO Grassdev Advan Prayuda mengungkapkan nilai pasar sektor ini menembus angka Rp23 triliun per tahun.

Angka fantastis ini bahkan melampaui total nilai pasar sepak bola profesional Indonesia saat ini.

Advan menyampaikan hal tersebut dalam acara NextDev 11 di Soehana Hall Jakarta pada April 2026.

Ia menyoroti banyaknya potensi pemain muda yang belum terekam secara digital oleh pemangku kepentingan.

Grassdev kini menghadirkan platform Granship sebagai solusi ekosistem digital untuk mendata seluruh talenta tersebut.

“Ternyata grassroots ini itu nilainya mencapai 23 triliun per tahunnya. Bahkan lebih besar daripada nilai sepak bola profesional itu sendiri,” ujar Advan Prayuda.

Advan menjelaskan bahwa data digital menjadi kunci utama untuk meningkatkan nilai jual sebuah turnamen lokal.

Transformasi Digital Sepak Bola Akar Rumput

Granship mengintegrasikan manajemen turnamen dengan sistem statistik pertandingan berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Advan menilai visualisasi statistik pemain seperti jumlah gol dan asis sangat menarik bagi penonton.

“Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sih di situ yang sering kita lihat Cristiano Ronaldo dicatat statistiknya?” tanya Advan kepada hadirin.

“Mungkin itu kita tampilkan langsung di livestream atau tv-nya. Kemudian itu sangat bernilai jual dari turnamen tersebut,” lanjutnya.

Selama satu setengah tahun, Grassdev sudah menjalin kemitraan dengan delapan belas turnamen sepak bola.

Mereka berhasil mengelola ratusan pertandingan dan menarik ribuan pendaftar melalui aplikasi digital mereka.

Saat ini, tim Grassdev sedang menjajaki pasar sekolah sepak bola untuk memperluas database pemain nasional.

Mereka juga bekerja sama dengan akademi ASIOP untuk mengembangkan sistem analisis data pertandingan yang skalabel.

Strategi Moneyball untuk Talenta Nasional

Advan mengambil inspirasi dari strategi Moneyball yang sukses mendongkrak performa klub profesional di Eropa.

Strategi ini mengandalkan analisis data statistik untuk merekrut pemain berkualitas dengan harga yang ekonomis.

Pendekatan tersebut sangat relevan untuk memetakan kualitas pemain di berbagai daerah pedalaman Indonesia.

“Nah tapi yang jadi kendala kita nggak tahu nih orang di pedalaman ini apakah ada yang jago gitu,” ungkap Advan.

Ia percaya data visual pemain dari seluruh penjuru Indonesia memberikan potensi besar untuk rekrutmen talenta.

Hal ini nantinya akan menghubungkan proses talent scouting dengan pengembangan bakat di level nasional.

Advan juga berambisi menciptakan kurikulum sepak bola nasional yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Visi ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi kemajuan prestasi sepak bola Indonesia di masa depan.