Iwet Ramadhan di WCCE 2026: Bukan Kampanye Sesaat, Konsistensi Merek Jadi Kunci Tembus Pasar Global

Sumber Gambar: Chief Operating Officer Tellinkstory, Iwet Ramadhan (kedua dari kiri), saat memaparkan materi mengenai konsistensi merek dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10). (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Chief Operating Officer Tellinkstory di Link Group International, Iwet Ramadhan, memaparkan pentingnya konsistensi merek dan relevansi budaya dalam lanskap pemasaran modern. Pandangan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembicara dalam acara berskala internasional World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Kamis (22/10). Menurutnya, industri kreatif saat ini menuntut pendekatan komunikasi yang berorientasi langsung pada perhatian audiens guna mempertahankan eksistensi produk di kancah nasional maupun global.
Iwet menjelaskan bahwa pergeseran konsumsi media digital yang semakin terfragmentasi membuat strategi jangkauan konvensional tidak lagi memadai bagi pertumbuhan bisnis. Pelaku usaha dituntut untuk memahami pola konsumsi generasi muda yang sangat lekat dengan perangkat komunikasi mereka. Merek harus mampu menjadi bagian dari ekosistem hiburan yang dipilih secara sadar oleh audiens agar keberadaan produk terasa natural serta memiliki resonansi emosional yang kuat.
Penerapan Konsep Attention dan Immersion
Dalam sesi pemaparannya mengenai ekspansi jenama lokal Mayora melalui produk Kopiko, Iwet memperkenalkan pendekatan strategis berupa Attention and Immersion sebagai fondasi utama. Konsep perendaman merek ini diwujudkan melalui penempatan produk secara terencana di lebih dari lima puluh judul drama Korea ternama, salah satunya serial populer Vincenzo. Pendekatan kontekstual tersebut kemudian diperkuat oleh momen viral organik ketika produk tampil di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2017 dan interaksi bersama Elon Musk pada 2022.
Iwet menegaskan bahwa keberhasilan distribusi hingga menjangkau seratus negara di lima benua bukan semata-mata hasil kampanye sesaat, melainkan wujud disiplin operasional sejak produk dirintis pada 1982. Inovasi mendasar untuk mengubah kopi seduh menjadi permen portabel dengan kandungan kafein delapan puluh miligram per butir terbukti bertahan selama lebih dari empat dekade. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa inovasi produk yang solid harus senantiasa diimbangi oleh konsistensi penguatan identitas merek di ranah global.
Disiplin Narasi Lewat Prinsip Media Everywhere
Selain strategi permen kopi, Iwet juga membedah akselerasi merek Kopi Kenangan yang menerapkan konsep media everywhere demi memperkuat keterikatan dengan pelanggan. Strategi ini menekankan keselarasan antara cerita yang tepat, momen konsumsi yang relevan, serta dedikasi penuh dalam mengeksekusi kampanye pemasaran. Keputusan berkolaborasi dengan grup musik global Blackpink menjadi contoh konkret bagaimana merek menyesuaikan diri dengan tren harian konsumen di berbagai platform digital.
Penerapan konsistensi komunikasi ini terbukti mampu memicu percakapan organik di lini masa media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter tanpa mengandalkan promosi berbayar yang masif. Langkah tersebut diperkuat dengan inovasi kemasan kopi kaleng dan produk instan yang mempermudah ekspansi ke pasar luar negeri. Iwet menutup paparannya dengan mengingatkan bahwa menjaga komitmen mutu dan konsistensi narasi adalah kunci mutlak bagi produk lokal untuk terus relevan di pasar dunia.
