Tembus Pasar Australia hingga Belanda, HomeFashions Asal Cirebon Pamerkan Karya Terbaik di Trade Expo Indonesia 2026

Sumber Gambar: Beragam produk kerajinan tangan dan dekorasi interior berbahan material alam dipamerkan di stan HomeFashions dalam perhelatan Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Perusahaan manufaktur furnitur dan kerajinan asal Cirebon, Jawa Barat, HomeFashions, turut unjuk gigi dalam perhelatan Trade Expo Indonesia ke-41 yang sudah berlangsung di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang Selatan pada 14 Oktober hingga 18 Oktober 2026. Dengan rekam jejak lebih dari 11 tahun berkiprah di sektor industri kreatif, merek lokal yang juga dikenal melalui saehomeid ini memanfaatkan pameran dagang bertaraf internasional tersebut untuk memperkuat ekspansi ekspor furnitur karya pengrajin daerah ke pasar global.
Kehadiran HomeFashions dalam pameran perdagangan tahunan ini menjadi langkah strategis guna mempertemukan inovasi produk lokal dengan para pembeli potensial dari berbagai negara. Perusahaan mebel ini tercatat telah berhasil menembus pasar internasional secara berkelanjutan, dengan fokus distribusi utama mencakup kawasan Australia dan Belanda, yang secara konsisten menyerap produk kerajinan tangan bermutu tinggi asal Indonesia.
Fokus Penguatan Sistem Grosir Internasional
Perwakilan HomeFashions, Sila, menyampaikan bahwa operasional ekspor perusahaannya kini menitikberatkan pada mekanisme grosir atau wholesale. Model bisnis ini dinilai lebih efisien dalam melayani kebutuhan korporasi internasional yang memiliki kapasitas logistik mandiri di negara tujuan. Pasar Australia, misalnya, memesan dalam volume berskala besar hingga ratusan kontainer karena pembeli di sana memiliki jaringan pergudangan sendiri untuk kemudian mendistribusikan kembali produk tersebut ke berbagai kawasan ritel.
Ragam produk yang diboyong ke lantai pameran meliputi perabot ruang tamu, sofa, hingga panel dinding berbahan sintetis yang dirancang khusus untuk daya tahan prima di berbagai kondisi cuaca. Struktur harga produk dibanderol mulai dari Rp300 ribu untuk aksesori interior hingga Rp20 juta untuk furnitur pesanan kustom. HomeFashions juga memproduksi pesanan spesifik bernilai tinggi, seperti set lampu artistik berukuran besar untuk kebutuhan restoran atau fasilitas perkantoran dengan nilai mencapai Rp40 juta.
Penerapan Inovasi Campuran Material
Guna menjawab permintaan pasar dunia yang menginginkan produk unik dan memiliki nilai estetika tinggi, HomeFashions mengadopsi teknik campuran material atau mix material. Inovasi terbarunya mengombinasikan kelenturan rotan alami dengan kekokohan batu alam asli. Salah satu produk ikonik yang mencuri perhatian pengunjung adalah cermin bermotif muara air, sebuah karya dekoratif yang mengangkat filosofi bentang alam perairan Nusantara ke dalam elemen hunian modern.
Sila menekankan bahwa fleksibilitas dalam proses produksi menjadi kunci daya saing perusahaan di pasar ekspor. Kemampuan menyesuaikan material dan desain dengan preferensi pembeli memungkinkan jenama asal Cirebon ini tetap relevan di tengah tren furnitur global yang bergerak cepat. Dengan standar pengerjaan yang matang dan pemanfaatan bahan baku lokal yang optimal, HomeFashions optimistis mampu terus meningkatkan volume ekspor serta memperluas diversifikasi negara tujuan di masa mendatang.
