Kabar

The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE): Pandji Pragiwaksono Soroti Industri Komedi dan Kekayaan Intelektual

The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE): Pandji Pragiwaksono Soroti Industri Komedi dan Kekayaan Intelektual

Sumber Gambar: Pandji Pragiwaksono Founder Comika.id Menjadi Keynote Speaker dalam gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Kempinski Hotel Jakarta. (Foto: stapo.id)

Depok, Stapo.id – Founder Comika.id, Pandji Pragiwaksono, memaparkan pandangannya mengenai potensi industri komedi dan pentingnya pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dalam gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE). Konferensi internasional yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta (22/10), tersebut menjadi panggung bagi para inovator global untuk mendiskusikan strategi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Dalam pemaparannya, Pandji menegaskan bahwa kreativitas merupakan aset berkelanjutan yang harus dikelola secara profesional. Menurutnya, industri komedi tunggal bukan lagi sekadar hiburan panggung biasa, melainkan instrumen ekonomi yang memiliki nilai komersial tinggi sekaligus sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan dinamika sosial dan tekanan hidup.

Evolusi Stand-Up Comedy dan Dampak Ekonomi

Pandji juga mengulas sejarah evolusi stand-up comedy yang berakar dari tradisi Vaudeville di Amerika Serikat, khususnya dari konsep panggung performing in one. Format tersebut berkembang secara mandiri pasca-krisis ekonomi global dan berevolusi menjadi seni komedi tunggal modern yang kini digemari secara internasional. Di Indonesia, perkembangan industri ini terbukti melaju pesat melalui pencapaian pertunjukan komedi tunggal di Indonesia Arena pada Agustus 2023 yang berhasil menyedot 10.000 penonton.

Menurut Pandji, capaian pertunjukan skala besar tersebut menjadi bukti konkret bahwa komedi mampu bertransformasi menjadi sektor yang memberikan dampak ekonomi nyata. Selain membuka lapangan kerja baru di sektor pertunjukan, ekosistem komedi juga dinilai efektif dalam memfasilitasi kebutuhan publik akan hiburan yang berkualitas di tengah tantangan ekonomi maupun situasi politik yang kompleks.

Pengembangan Kekayaan Intelektual untuk Bangsa

Selain mengulas sisi sejarah dan potensi ekonomi, Pandji menyoroti pentingnya pembentukan Kekayaan Intelektual secara konsisten. Pembuatan berbagai IP komedi dianggap mampu memperpendek jarak masyarakat dengan kebahagiaan. Dengan meminimalkan jeda menuju tawa, tingkat stres masyarakat dapat berkurang sehingga mampu mendorong terciptanya ekosistem masyarakat yang lebih sehat, responsif, dan cerdas.

Melalui forum World Conference on Creative Economy (WCCE), Pandji berharap regulasi pendukung serta infrastruktur perlindungan hak kekayaan intelektual dan akses pendanaan bagi para pelaku kreatif dapat terus diperkuat. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas kreatif diharapkan mampu mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat global.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.