Kabar

Harga BBM Indonesia 1 November 2026 Tidak Naik, Minyak Brent Ditutup US$117,64 per Barel

Ilustrasi nozel SPBU dan pergerakan harga BBM di Indonesia

Depok, Stapo.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Indonesia tidak mengalami perubahan pada Minggu, 1 November 2026. Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan produk diesel Shell masih mengacu pada daftar harga yang berlaku sejak Oktober 2026.

Di tengah stabilnya harga BBM domestik, harga minyak mentah dunia justru menguat pada penutupan perdagangan Jumat (30/10). Berdasarkan laporan Reuters, kontrak minyak Brent pengiriman Desember ditutup naik 2,4 persen menjadi US$117,64 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,08 persen ke US$104,12 per barel. Pasar berjangka minyak tidak melakukan perdagangan reguler pada Minggu, sehingga angka tersebut merupakan harga penutupan terakhir, bukan harga transaksi langsung pada 1 November.

Harga BBM Pertamina Masih Stabil

Mengacu pada daftar harga yang berlaku di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150, Pertamax Turbo Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.

Harga tersebut belum berubah dari penetapan sebelumnya. Namun, harga di daerah lain dapat berbeda karena komponen pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang berlaku di masing-masing wilayah. Pertamina juga menyatakan harga BBM subsidi tetap dipertahankan hingga akhir 2026 sesuai kebijakan pemerintah.

Harga BBM Swasta Juga Belum Berubah

Pada kelompok SPBU swasta, BP 92 dan Vivo Revvo 92 masing-masing dijual Rp16.130 per liter. BP Ultimate dan Vivo Revvo 95 berada di level Rp19.330 per liter.

Sementara itu, BP Ultimate Diesel, Vivo Primus Plus Diesel, dan Shell V-Power Diesel masing-masing tercatat Rp25.420 per liter. Untuk Shell, ketersediaan produk perlu diperhatikan karena sejumlah varian bensin seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ masih belum tersedia dalam daftar harga yang dilaporkan media.

Harga Minyak Dunia Menguat, Risiko Pasokan Jadi Sorotan

Kenaikan harga minyak dunia pada akhir Oktober dipengaruhi kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Reuters melaporkan sebuah kapal tanker terkena bahan peledak di Selat Hormuz, sementara klaim serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi turut meningkatkan kekhawatiran pasar.

Sepanjang Oktober, Brent naik 13,6 persen dan WTI menguat 15,2 persen. Adapun Indonesian Crude Price (ICP) untuk September 2026 ditetapkan sebesar US$112,81 per barel oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meningkat US$23,38 dibandingkan Agustus.

Meski harga minyak mentah dunia meningkat, perubahan tersebut tidak otomatis langsung menaikkan harga BBM di Indonesia. Harga eceran juga dipengaruhi kebijakan pemerintah, biaya pengadaan dan distribusi, nilai tukar rupiah, serta keputusan penetapan harga masing-masing operator.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.