Insight Mandaya Hospital: Saat Gula Berlebih Menyelinap di Balik Tren Minuman Kekinian

Sumber Gambar: LAYANAN EDUKASI METABOLISME: Tim Community Relation Mandaya Royal Hospital Puri saat Menyapa Pengunjung dan Membuka stan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Perhelatan Tahun Emas HUT ke-50 HIPPI di Djakarta Theater, Jakarta. Melalui aktivasi ini, pihak rumah sakit mengampanyekan pentingnya deteksi dini gula darah serta mengenalkan fasilitas kedokteran mutakhir seperti teknologi bedah robotik Da Vinci Xi. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Kesadaran menjaga kesehatan metabolisme kini semakin krusial bagi seluruh lapisan masyarakat. Community Relation Mandaya Royal Hospital Puri, Carent, membagikan pandangannya saat menghadiri dan membuka stan Rakernas III HIPPI di Djakarta Theater (12/10). Ia mengingatkan bahwa lonjakan gula darah kini menjadi ancaman nyata akibat pergeseran kebiasaan konsumsi modern.
Ancaman Kerusakan Organ Akibat Lonjakan Gula Darah
Carent menerangkan bahaya kerusakan organ vital bila seseorang mengabaikan kadar glukosa dalam tubuh. Ia menegaskan peran penting pankreas dalam mengelola sistem metabolisme tubuh manusia setiap hari.
“Pankreas berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen sebagai sumber energi sehari-hari. Namun, jika pankreas sudah rusak, ada kemungkinan komplikasi ke organ hati dan lainnya,” ujar Carent.
Ia menambahkan bahwa ketika organ hati ikut mengalami kerusakan akibat efek domino komplikasi tersebut, kemampuan alami tubuh untuk menawarkan serta menetralkan racun akan menurun secara drastis. Oleh karena itu, menjaga angka gula darah dan kadar kolesterol dalam batas normal merupakan hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat sejak dini
Masalah medis ini tidak lagi membatasi diri pada kelompok lanjut usia saja. Anak-anak dan generasi muda kini menghadapi risiko lonjakan gula darah akibat pola konsumsi harian yang keliru. Gula berlebih sering menyelinap melalui makanan olahan berbahan tepung serta porsi nasi putih yang melampaui batas wajar.
Perubahan Pola Makan Sebagai Solusi Preventif
Dari kacamata medis, faktor kebiasaan harian memegang pengaruh lebih kuat daripada sekadar garis keturunan keluarga. Carent menilai disiplin pribadi mampu menekan potensi gangguan metabolik sejak usia belia.
“Meskipun faktor keturunan berpengaruh, jika pola hidup dijaga dengan baik, kondisi tubuh akan tetap terjaga dan kadar gula darah tidak akan terus meningkat,” jelasnya.
Carent menyarankan generasi muda mengurangi konsumsi minuman manis populer seperti boba dan kopi susu kemasan. Penggantian nasi putih dengan alternatif pangan sehat seperti beras porang atau umbi-umbian dapat memberi manfaat nyata bagi tubuh. Mandaya Royal Hospital Puri terus menggaungkan edukasi preventif ini seiring rekam jejak prestasinya di sektor layanan medis nasional.
Pengelolaan asupan karbohidrat memerlukan komitmen sadar dari setiap individu sejak dini. Langkah proaktif ini mampu memotong potensi lonjakan gula darah sebelum menimbulkan kerusakan organ yang fatal.
Kehadiran Royal Hospital Puri di Rakernas III HIPPI
Melalui kehadiran stan di Rakernas HIPPI, Mandaya Royal Hospital Puri terus menggaungkan edukasi preventif ini seiring rekam jejak prestasinya di sektor layanan medis nasional yang kini didukung infrastruktur mutakhir seperti teknologi bedah robotik Da Vinci Xi. Pengelolaan asupan karbohidrat memerlukan komitmen sadar dari setiap individu sejak dini guna memotong potensi lonjakan gula darah sebelum menimbulkan kerusakan organ yang fatal.
